
NETSULSEL | Makassar, Si jago merah mengamuk dan menghanguskan kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Teuku Umar, tepatnya di sekitar Lorong 6 dan Lorong 7, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada Selasa siang (13/10/2026). Sebanyak 12 unit rumah dilaporkan ludes dilalap api dalam insiden tersebut.
Berdasarkan data sementara di lapangan, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 12.30 WITA. Kondisi bangunan yang sebagian besar berupa rumah semipermanen serta jarak antar-rumah yang sangat rapat membuat api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Tiupan angin yang cukup kencang di lokasi kejadian turut mempercepat perambatan api, memicu kepanikan massal di tengah warga setempat.
”Api awalnya terlihat membesar dari salah satu rumah warga di bagian tengah lorong, lalu dengan cepat merembet karena rumah-rumah di sini berdekatan dan banyak yang dari kayu,” ujar Ahmad (42), salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Sebanyak 28 mobil damkar dikerahkan dan puluhan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Makassar yang menerima laporan darurat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Personil pemadam sempat mengalami sedikit kendala akibat akses jalan yang sempit serta padatnya warga yang berkerumun menyaksikan proses pemadaman. Namun, berkat kesigapan petugas gabungan dan bantuan warga sekitar, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam untuk mencegah api meluas ke permukiman lain.
Saat ini, pihak pemadam dibantu warga masih melakukan upaya pendinginan direruntuhan rumah yang terbakar tersebut. Pihak berwenang juga masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Kendati demikian, dugaan awal mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik dari salah satu rumah warga.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa nahas ini. Kendati demikian, insiden tersebut menyebabkan kerugian materil yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) kini kehilangan tempat tinggal dan untuk sementara waktu harus mengungsi ke tempat kerabat terdekat atau posko darurat yang didirikan di sekitar lokasi.
Pemerintah setempat bersama unsur tripika kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar dikabarkan tengah menyiapkan pendirian posko pengungsian serta bantuan logistik darurat bagi para korban terdampak.(syam/ita)
















