
NETSULSEL | Makassar, Sebanyak 1.936 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Makassar. Apel kesiapan pengamanan (PAM) ini dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana di bawah Jembatan Flyover (FO) Makassar, Rabu pagi (28/10/2026).
Ribuan aparat keamanan yang diterjunkan terdiri atas unsur Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Dalam amanatnya, Kombes Pol Arya Perdana menekankan kepada seluruh personel pengamanan agar senantiasa menjaga nama baik institusi serta mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, serta dekat dengan mahasiswa dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
Instruksi Tegas: Dilarang Bawa Senpi dan Sangkur
Ada yang menjadi sorotan dalam arahannya kali ini. Kapolrestabes Makassar memberikan instruksi keras kepada jajarannya agar tidak ada satupun personel yang membawa senjata api maupun senjata tajam selama bertugas mengawal aksi peringatan Sumpah Pemuda.
”Tidak ada menggunakan senjata api, membawa sangkur, dan senjata jenis lainnya,” tegas Arya di hadapan ratusan peserta apel.
Instruksi ini dikeluarkan sebagai langkah preventif guna memastikan pengamanan berjalan humanis tanpa ada potensi eskalasi ketegangan antara aparat dan massa aksi di lapangan.
Disebar di 30 Titik Strategis
Berdasarkan pemetaan pengamanan, ribuan personel gabungan tersebut akan ditempatkan di 30 titik aksi yang dinilai rawan atau menjadi pusat konsentrasi massa di Kota Makassar. Beberapa titik krusial yang menjadi fokus penjagaan meliputi kawasan Flyover, sejumlah area kampus di Makassar, serta kawasan Pertigaan Jalan Sultan Alauddin.
Menutup arahannya, Kombes Pol Arya Perdana mengajak seluruh personel dan elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah.
“Mari menjaga Kota Makassar yang aman dan kondusif,” tutupnya. (syam)
















