
NETSULSEL | Makassar, Industri musik tanah air tengah bersiap menorehkan babak baru yang membanggakan. Dari Kota Makassar, gaung optimisme membahana ketika Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyuarakan mimpi besar: membawa musik Indonesia menembus batas negara dan berkilau di panggung dunia.
Semangat membara ini disuarakan dalam konferensi pers Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-29 yang turut dihadiri oleh Ketua Yayasan AMI Awards, Chandra Darusman. Di hadapan para insan media dan pencinta musik, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh kreativitas musisi lokal agar semakin berjaya, tidak hanya sebagai tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga idola baru di kancah internasional.
Menjadi Tuan Rumah yang Siap Melompat ke Kancah Global
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memaparkan data yang membanggakan bahwa sekitar 80 persen masyarakat Indonesia saat ini sudah setia mendengarkan karya-karya anak bangsa. Namun, pencapaian luar biasa ini bukanlah garis akhir. Pemerintah ingin mendorong karya-karya lokal melompat lebih jauh ke tingkat global.
“Kalau sekarang musik Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, ini sudah prestasi juga yang sangat bagus. Tinggal berikutnya adalah bagaimana the next level-nya itu musik Indonesia bisa dinikmati di negara-negara tetangga, bahkan di dunia internasional,” tegas Fadli Zon di sela-sela konferensi pers.
Ia menambahkan, kesuksesan gelombang budaya Korea (Korean Wave atau K-Pop) dapat menjadi inspirasi berharga bagi Indonesia. Meski demikian, mimpi besar ini hanya bisa diwujudkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri kreatif, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat.
Tak hanya itu, Fadli Zon turut menyoroti bagaimana warna musik dari kawasan Indonesia Timur kini sukses mencuri hati pendengar secara nasional. Lagu-lagu hits yang akrab di telinga seperti Tabola Bale, Stecu-stecu, hingga Veronika menjadi bukti nyata bahwa kekayaan budaya lokal memiliki daya tarik magis yang luar biasa. Melalui kategori khusus seperti Pesta Timur di AMI Awards, apresiasi terhadap keragaman genre ini menunjukkan bahwa musik Indonesia terus hidup, dinamis, dan merangkul semua talenta dari berbagai penjuru tanah air.
Peran Strategis Platform Digital Menurut Giring Ganesha
Senada dengan sang Menteri, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menilai bahwa kehadiran platform digital modern telah meratakan medan juang bagi para musisi lokal. Menurutnya, era digital membuka kesempatan yang sangat luas bagi musisi Indonesia untuk langsung menyapa pendengar global tanpa batasan geografis.
“Kehadiran platform digital seperti Spotify dan YouTube membuka peluang yang jauh lebih luas bagi musisi kita untuk bersaing di pasar global. Ruang distribusi kini semakin terbuka, dan ini saatnya karya anak bangsa dinikmati oleh dunia,” ungkap Giring Ganesha dengan penuh optimisme.
Mantan vokalis band Nidji ini juga mengajak masyarakat luas serta insan media untuk terus berpartisipasi aktif mendukung musisi nasional—mulai dari mendengarkan, mencintai, hingga membagikan karya-karya lokal melalui berbagai platform streaming digital.
Dengan kolaborasi lintas sektor, dukungan teknologi digital, serta kekuatan identitas budaya yang autentik, panggung dunia kini bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan nyata bagi kemajuan musik Indonesia. (wiwiek)










