Tawuran Antar Kelompok Kembali Pecah di Kandea III Makassar Sore ini, Polisi Buru Pelaku Lewat CCTV

sebuah busur ditemuakn polisi ditempat kejadian

NETSULSEL | Makassar,  Aksi tawuran antar dua kelompok warga kembali pecah di Jalan Kandea III, wilayah perbatasan antara Kelurahan Baraya (Kecamatan Bontoala) dan Kelurahan Bunga Eja Beru (Kecamatan Tallo), Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat sore.

​Peristiwa ini melibatkan aksi saling serang menggunakan senjata tradisional berupa anak panah (busur), lemparan batu, serta petasan. Situasi tersebut sempat memicu ketakutan dan keresahan di kalangan warga sekitar.

​Konflik Menahun yang Berulang
​Berdasarkan data kepolisian, bentrokan antara kedua kelompok pemuda ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Wilayah perbatasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik rawan gesekan sosial.

​Kapolsek Bontoala, Kompol Abdul Samad, mengungkapkan bahwa akar konflik antar kedua kubu ini bahkan telah berlangsung kurang lebih 30 tahun lamanya. Berbagai upaya penyelesaian damai sejauh ini belum mampu meredam konflik secara permanen.

​”Konflik antar dua kubu ini sudah berlangsung sejak 30 tahun lalu. Meski berkali-kali didamaikan, bahkan pernah dilakukan pemotongan sapi sebagai simbol perdamaian, namun tawuran tetap saja kembali terjadi akibat siklus balas-membalas antar kelompok pemuda,” ujar Kompol Abdul Samad.

​Langkah Penanganan dan Penyelidikan Polisi
​Mendapat laporan dari warga yang resah, jajaran Polsek Bontoala langsung bergerak cepat menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk membubarkan massa dan mengendalikan situasi.

​Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami kasus tersebut dengan melakukan penyelidikan intensif. Petugas sedang memeriksa sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) guna mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam aksi tawuran.

​Situasi Terkini
​Hingga Jumat malam, situasi di Jalan Kandea III dilaporkan telah berangsur kondusif dan terkendali. Kendati demikian, aparat kepolisian masih menyiagakan personel di lokasi untuk mencegah potensi bentrokan susulan.

​Kepolisian juga mengimbau kepada para pemuda dan warga setempat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memicu perpecahan, serta meminta agar masing-masing pihak kembali ke rumah demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (syam)