Strategi Ilham Arief Sirajuddin Benahi Golkar Sulsel Hadapi Pemilu: Fokus Kapasitas Kader dan Kepercayaan Publik

Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Ketua DPD I Golkar Sulsel

NETSULSEL | ​Gowa, Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), terus menggencarkan langkah strategis pembenahan internal partai demi menghadapi kontestasi politik pada pemilu berikutnya. Di bawah kepemimpinannya, konsolidasi tidak hanya menyasar struktur administratif, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kader secara menyeluruh.

​Langkah taktis ini ditegaskan oleh IAS saat membuka kegiatan Orientasi Pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan di Malino. Di hadapan para kader dan pengurus, IAS menyoroti pentingnya kesiapan personal dan penguatan kapasitas agar Golkar tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

​Penguatan Kapasitas dan Problem Solving Kader
​Menurut IAS, kemenangan dalam pemilu sangat bergantung pada sejauh mana kader partai mampu hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa era politik modern menuntut politisi yang tidak sekadar populer, tetapi juga memiliki kapabilitas kerja nyata.

​”Bagaimana kita mempersiapkan diri sehingga publik memiliki keyakinan untuk memilih kita. Ini menyangkut persoalan personal, kemampuan, dan kesiapan kita dalam menyelesaikan berbagai persoalan,” tegas IAS dalam sambutannya.

​Melalui orientasi di Malino ini, IAS ingin memastikan bahwa mesin partai di Sulsel diisi oleh figur-figur yang memiliki daya saing tinggi, tahan uji, serta peka terhadap dinamika kebutuhan rakyat di daerah pemilihan masing-masing.

​Menjaga Marwah Partai Lewat Kinerja DPRD
​Selain kapasitas personal, IAS juga memberikan perhatian khusus bagi para kader yang saat ini diamanahkan duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ia mengingatkan bahwa setiap gerak-gerik kader legislatif merupakan representasi langsung dari wajah Partai Golkar di mata publik.

​Oleh karena itu, disiplin etika, integritas, dan konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

​”Anggota DPRD tidak membawa nama pribadi saja, melainkan membawa nama besar Partai Golkar.”

​”Kader harus mampu membawakan diri dengan baik, menjaga sikap, serta menunjukkan kualitas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.”

​Langkah pembenahan ini dinilai sebagai bagian dari cetak biru (blueprint) jangka panjang IAS untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulawesi Selatan, sekaligus mempersiapkan fondasi kuat menyongsong Pemilu mendatang dengan target kemenangan yang lebih terukur. (sulDM)