
NETSULSEL | Makassar, Aksi perkelahian kelompok pecah secara mencekam di Jalan Kakatua II, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Pertikaian massal antarkelompok warga ini berujung tragis setelah dikonfirmasi menelan korban jiwa serta menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka, termasuk aparat kepolisian yang berada di garis depan pengamanan.
Berdasarkan laporan kepolisian, bentrokan ini melibatkan kelompok masyarakat dari Lorong III Kelurahan Parang melawan masyarakat Lorong IV Kelurahan Pa’batang, Kecamatan Mamajang, yang pecah pada Rabu malam (4/11/2022) sekitar pukul 23.50 WITA.
Kronologi Bentrokan dan Jatuhnya Korban Jiwa
Konflik yang melibatkan lemparan batu dan penggunaan senjata tajam jenis anak panah (busur) tersebut berlangsung dengan eskalasi tinggi. Seorang warga sipil bernama Irwan Azis (lahir 16 Januari 1975), yang bekerja sebagai buruh harian, menjadi korban tewas akibat mengalami luka tusuk senjata tajam jenis anak panah pada bagian leher.
Situasi di lokasi kejadian juga membahayakan aparat penegak hukum. Kapolsek Mamajang, AKP Tri Wahyu Husada Andromeda, ST, yang memimpin langsung pembubaran massa pada pukul 00.00 WITA, turut menjadi korban setelah betis sebelah kanannya tertancap anak busur yang dilepaskan oleh pihak yang bertikai.
Keterangan Resmi Polrestabes Makassar
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar, mengonfirmasi adanya insiden perkelahian kelompok yang berujung pada jatuhnya korban jiwa dan korban luka di wilayah hukum Polsek Mamajang tersebut.
”Benar telah terjadi perkelahian kelompok di wilayah Mamajang yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia akibat luka tusuk, serta korban luka dari warga dan anggota kepolisian yang saat itu berupaya membubarkan massa di lokasi kejadian,” ujar AKP Jafar.
Melihat situasi yang kian memanas, gabungan personel dari Jatanras Polrestabes Makassar, Satuan Brimob, dan Sat Samapta yang dipimpin oleh Kabag Ops Polrestabes Makassar, Kompol Eddy Sumantri, S.Sos., M.M., segera diterjunkan ke TKP pada pukul 00.20 WITA untuk membubarkan massa dan menguasai situasi.
Pengejaran Provokator dan Penanganan Lanjutan
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, aparat kepolisian telah mengantongi sejumlah nama individu serta titik rumah warga yang diduga kuat menjadi tempat pengumpulan massa dan memicu perkelahian kelompok tersebut.
Saat ini, Tim Jatanras bersama Satreskrim Polrestabes Makassar terus mendalami kasus ini guna mengusut tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dalam bentrokan berdarah di Kecamatan Mamajang. (sul)














