
NETSULSEL | Makassar, Situasi keamanan di Jalan Kakatua II, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, kembali memanas pada sore hari ini, Kamis (5/11/26). Rombongan keluarga besar Irwan Asiz, korban tewas dalam bentrokan maut tadi malam nekat melakukan penyerangan balasan setibanya dikawasan jalan Kakatua II setelah dari prosesi pemakaman, sehingga memperkeruh eskalasi konflik antarkelompok warga di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan personel kepolisian bersiaga ketat dan berjaga di sepanjang ruas jalan untuk mengantisipasi perluasan bentrokan susulan. Aparat keamanan tampak siaga dengan atribut pengamanan taktis guna mengendalikan situasi yang kembali memanas akibat amarah keluarga korban.
Kronologi Bentrokan Maut
Konflik berdarah ini pertama kali meletus pada Rabu malam (4/11/2022) sekitar pukul 23.50 WITA. Pertikaian massal tersebut melibatkan kelompok masyarakat dari Lorong III Kelurahan Parang melawan warga Lorong IV Kelurahan Pa’batang, Kecamatan Mamajang.
Bentrokan dengan eskalasi tinggi yang melibatkan aksi saling lempar batu dan penggunaan senjata tajam jenis anak panah (busur) ini berujung tragis:
Korban Jiwa: Seorang warga sipil berprofesi sebagai buruh harian bernama Irwan Azis (lahir 16 Januari 1975) tewas setelah mengalami luka tusuk senjata tajam jenis anak panah pada bagian leher.
Korban Aparat: Kapolsek Mamajang, AKP Tri Wahyu Husada Andromeda, ST, yang memimpin langsung upaya pembubaran massa pada pukul 00.00 WITA, turut menjadi korban setelah betis sebelah kanannya tertancap anak busur yang dilepaskan oleh pihak yang bertikai.
Pernyataan Resmi dan Penanganan Kepolisian
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar, mengonfirmasi adanya insiden perkelahian kelompok yang berujung pada jatuhnya korban jiwa serta korban luka dari unsur warga dan kepolisian.
”Benar telah terjadi perkelahian kelompok di wilayah Mamajang yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia akibat luka tusuk, serta korban luka dari warga dan anggota kepolisian yang saat itu berupaya membubarkan massa di lokasi kejadian,” ujar AKP Jafar.
Guna meredam bentrokan susulan yang dipicu oleh aksi penyerangan keluarga korban sore ini, kekuatan penuh langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Personel gabungan dari Jatanras Polrestabes Makassar, Satuan Brimob, dan Sat Samapta yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polrestabes Makassar, Kompol Eddy Sumantri, S.Sos., M.M., dikerahkan untuk menguasai situasi.
Saat ini, Tim Jatanras bersama Satreskrim Polrestabes Makassar terus mendalami kasus ini, mengantongi sejumlah identitas provokator, serta memburu pihak-pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi berdarah di Kecamatan Mamajang. (ilho)
















