
NETSULSEL | Makassar, Suasana khusyuk, sejuk, dan penuh kedamaian menyelimuti lapangan UPTD SPF SMP Negeri 46 Makassar pada Jumat pagi (06/11/2026). Pukul 07.15 hingga 08.00 WITA, ratusan siswa tampak duduk tertib beralaskan sajadah, bersiap mengikuti kegiatan rutin mingguan yang telah lama menjadi denyut nadi pembentukan karakter religius di sekolah ini.
Tradisi Jumat pagi ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan wadah nyata penanaman nilai-nilai keimanan dan ketakwaan siswa sejak dini.
Awali Pagi dengan Sujud Dhuha Berjamaah
Pagi yang cerah itu diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah. Dipimpin langsung oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Bapak Ilham, S.Pd., kegiatan ibadah ini berlangsung khidmat.
Para siswa tampak khusyuk merendahkan diri di hadapan Sang Pencipta, didampingi dengan penuh kehangatan oleh guru agama Ibu Nurjam bersama sejumlah dewan guru lainnya. Kehadiran para guru mendampingi siswa secara langsung menjadi teladan hidup (role model) bahwa kedisiplinan spiritual adalah fondasi utama dalam menuntut ilmu.

Merdu Lantunan Wahyu Ilahi oleh Aufar
Selepas sholat berjamaah, suasana kembali hening tatkala pembacaan ayat suci Al-Qur’an berkumandang di area lapangan. Lantunan ayat-ayat suci tersebut dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Aufar, siswa kelas 8.1. Suara merdu sang siswa berhasil menenangkan jiwa setiap warga sekolah yang mendengarkan, menghadirkan energi positif yang memenuhi atmosfer pagi di sekolah.
Kultum Kreatif: “Mengejar Wifi Surga dan Kuota Amal yang Mulai Sakarat”
Puncak inspirasi pagi itu hadir melalui sesi Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang dibawakan dengan sangat cerdas dan memikat oleh seorang siswi berbakat, Sri Rahayu. Mengangkat tema yang sangat dekat dengan dunia remaja masa kini, yaitu “Mengejar Wifi Surga dan Kuota Amal yang Mulai Sakarat”, Sri berhasil mencuri perhatian audiens tanpa kesan menggurui.
Dalam ceramahnya, Sri membagikan tiga pesan penting yang sarat makna bagi generasi Z:
- 1. Jangan sampai sinyal keimanan kita terputus. Sebagaimana kita gelisah saat koneksi internet terputus, kita harus lebih gelisah jika hubungan batin dan ketaatan kita kepada Allah SWT terputus.
- 2. Perbanyak isi kuota amal sebelum terlambat. Mengingatkan pentingnya menabung kebaikan setiap hari selagi kesempatan hidup masih diberikan.
- 3. Jangan hanya mengejar dunia, tetapi akhirat dilupakan. Keseimbangan antara mengejar prestasi duniawi dan menyiapkan bekal akhirat adalah kunci kebahagiaan sejati.
Analogi modern yang dibalut dengan pesan spiritual mendalam ini sukses menyadarkan para pelajar bahwa teknologi dan agama dapat berjalan beriringan sebagai pengingat moral di era digital.
Ditutup dengan Pembinaan Karakter yang Menggugah
Rangkaian kegiatan penuh makna ini kemudian ditutup dengan sesi pembinaan karakter oleh Pembina OSIS, Bapak Faisal Mocodompis, S.
Dalam arahannya, beliau memberikan penguatan mental, motivasi kedisiplinan, serta dorongan agar nilai-nilai religius yang didapatkan setiap Jumat pagi tidak hanya berhenti di lapangan sekolah, melainkan mendarah daging dalam keseharian siswa—baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat luas.
Melalui konsistensi kegiatan seperti ini, UPTD SPF SMP Negeri 46 Makassar sekali lagi membuktikan komitmennya untuk tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan moral dan spiritual yang kokoh sebagai pemimpin masa depan bangsa.
Bagaimana menurut Anda, apakah konsep kultum bertema modern seperti “Wifi Surga” ini efektif untuk menarik minat generasi muda dalam mendalami nilai-nilai agama? (ita)










