Hei. Bilang-Bilangki, di Makassar Sudah Ada Pete-Pete Laut Lho, Gratis lagi?

Pete-pete Laut res,i dioperasikan jumat (12/0626) kemarin. Akan melayani masyarakat pulau terluar sekitar kota makassar

NETSULSEL | Makassar, Tak ada yang tak tahu apa itu pete-pete? Bahkan untuk sebagian besar warga kota Makassar dan sekitarnya pernah merasakan rasanya naik pete=pete. Pete-pete itu semacam ruang publik berjalan yang dikendarai secara massal dengan harga yang ramah isi kantong. Kehadirannya sangat membantu masyarakat secara sosial untuk berpindah tempat setiap saat. Yeah namanya kendaraan publik, tentu rasanya tak nyaman menggunakan moda transportasi ini, selain berhimpitan juga berhwa panas, bahkan sebagian penumpangnya juga terpaksa
kebasahan jika pete-pete melaju ditengah hujan deras.

Apapun itu, pete-pete tetap menjadi pilihan tak sedikit warga kota Makassar yang hendak bepergian, meski moda transportasi publik sudah beragam pilihannya. Nah, Bagaimana jika konsep kendaraan massal ini dibawah kelaut?

istimewa

Jumat (12/06/26) kemarin, secara resmi Pemkot Makassar telah meluncurkan pengoperasian kendaraan laut yang diberi nama “Pete-Pete Laut” secara sederhana didermaga Pulau Barrang Lompo, Kepulauan Sangkarang. Pete-pete Laut adalah layanan transportasi laut tak berbiaya alias gratis, yang digagas oleh Walikota Makassar, Munafri Arifuddin sebagai janji kampanyenya sewaktu bertarung sebagai calon walikota Makassar.

Pete-pete laut ini menghubungkan wilayah daratan kota dengan pulau-pulau di sekitarnya, yang akan menjadi angkutan rutin 25 hingga 30 penumpang dari warga kepulauan terutama untuk pelajar dan tenaga kesehatan.

“Kita melakukan peluncuran awal sebuah program yang menjadi solusi bagi kondisi masyarakat Kepulauan Sangkarrang,” kata Walikota Makassar, yang disapa Appi ini.

Appi menegaskan bahwa seluruh rute antar-jemput yang dilayani oleh armada ini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Menurutnya, fasilitas publik ini dihadirkan murni untuk meringankan beban dan mempermudah mobilitas masyarakat yang bertugas di pulau-pulau terluar.

“Ini bukan milik pemerintah, tetapi milik masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah. Karena itu setiap perjalanan kapal ini tidak dipungut biaya. Tidak ada tarif yang ditentukan. Semuanya gratis,” tegas Appi.

istimewa

Untuk memastikan kelancaran operasional, Pemkot Makassar melalui Dinas Perhubungan kota ,telah mengalokasikan jaminan bahan bakar setahun penuh serta menyiapkan anggaran pemeliharaan mesin dan fisik kapal pada tahun anggaran 2026 ini. Selain itu, belanja jasa operator kapal sekaligus gaji untuk 5 orang awak kapal (kapten, juru mudi, dan 3 ABK) dianggarkan sebesar Rp246 juta per tahun, di mana seluruh kru dipastikan mengantongi sertifikasi keselamatan maritim internasional seperti BST, AFF, dan Security Awareness Training.

Jadwal dan Rute, pelayanan Pete=pete Laut ini, dimulai dari Pulau Barrang Lompo pada pagi hari pukul 07.00 setempat. Selanjutnya melayani rute transit ke Pulau Bone Tambu dan Pulau Lumu-Lumu.

Wah, pete-pete laut ini idenya smart ya? Hanya jumlah armada perlu ditambah lagi, biar pelayanan warga pulau lebih maksimal. (ita)