Aksi Mahasiswa PNUP dan Singapore Polytechnic Sulap Bandeng Pangkep Jadi Produk Bernilai Tinggi

Kolaborasi internasional berbasis kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh dunia pendidikan tinggi. Sebanyak 44 mahasiswa dari Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan Singapore Polytechnic (SP) berkolaborasi dalam program Learning Express (LeX) September 2026. Bersama PT Semen Tonasa, mereka terjun langsung mendampingi dan mengangkat potensi produk olahan ikan bandeng milik pelaku UMKM di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

NETSULSEL | Pangkep, Kolaborasi internasional berbasis kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh dunia pendidikan tinggi. Sebanyak 44 mahasiswa dari Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan Singapore Polytechnic (SP) berkolaborasi dalam program Learning Express (LeX) September 2026. Bersama PT Semen Tonasa, mereka terjun langsung mendampingi dan mengangkat potensi produk olahan ikan bandeng milik pelaku UMKM di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

​Selama tiga hari dua malam, para mahasiswa hidup berdampingan dengan masyarakat di Desa Bulu Cindea. Menggunakan pendekatan Design Thinking, mahasiswa dari dua negara ini menyelami langsung tantangan yang dihadapi oleh empat UMKM lokal, yakni UMKM Bu Desi (Ibu Masna Sari), UMKM Bu Nini (Bapak Yusmadi), UMKM Azzahrah (Ibu Mila), dan UMKM Diva (Ibu Maryam).

​Puncak dari rangkaian kegiatan lapangan tersebut diwujudkan dalam sesi Co-Creation yang digelar di kantor PT Semen Tonasa, Selasa (29/9/2026). Di hadapan manajemen industri dan akademisi, para mahasiswa memaparkan dua gagasan inovatif berbasis komoditas khas Pangkep, yaitu Filling Milkfish (Bolu Kambu) dan Boneless Milkfish (Bolu Tanpa Tulang). Solusi ini dirancang khusus untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk olahan bandeng di pasar.

​Penanggung Jawab Kantor Urusan Internasional (KUI) PNUP, Sitti Sahriana, S.S., MAppLing., mengungkapkan bahwa LeX September 2026 merupakan bentuk sinergi berkelanjutan. Kerja sama strategis dengan unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Tonasa telah terbangun sejak edisi LeX 2018 dan 2019, dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan bersama.

​Apresiasi tinggi datang dari pihak industri. Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum PT Semen Tonasa, Sulaiha Muhyidin, S.E., M.Bus., Ak., menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar.

​“Kami sangat concern dengan pembinaan sosial, salah satunya pembinaan UMKM di sekitar Pangkep. Kami berharap kegiatan ini dapat berdampak nyata bagi para pelaku UMKM yang dijadikan objek program,” ujar Sulaiha saat menyambut para peserta.

​Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama & Sistem Informasi PNUP, Dr. Nurhayati, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa program LeX—yang telah terjalin antara PNUP dan Singapore Polytechnic sejak 2016—bukan sekadar proyek akademis biasa. Program ini adalah wadah belajar lintas budaya dan ruang perjumpaan nyata antara akademisi, industri, dan masyarakat.

​“Melalui sesi Co-Creation ini, kami berharap mahasiswa dapat berkolaborasi langsung dengan masyarakat dan UMKM di Pangkep, sekaligus mempertemukan pendidikan, industri, mitra internasional, dan masyarakat dalam sebuah kolaborasi yang berdampak,” tutur Dr. Nurhayati.

​Program ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara dunia vokasi, industri skala nasional, dan mitra internasional mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Bagi mahasiswa, pengalaman ini mengasah kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan berkolaborasi secara global. Sementara bagi para pelaku UMKM Pangkep, inovasi olahan bandeng ini membuka peluang besar untuk menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal. (rah)