Dukung Pencapaian SDGs, Tim Dosen PNUP Dampingi Pengembangan Usaha Bajabu Ikan Tuna di Desa Bojo Kabupaten Barru.

Lewat integrasi ilmu pengetahuan dan potensi lokal, tim dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terjun langsung ke Desa Bojo, Kabupaten Barru, untuk mentransformasi usaha bajabu ikan tuna agar lebih berdaya saing dan mampu menggerakkan roda ekonomi warga setempat.

NETSULSEL | Barru, Komitmen perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat kembali membuathkan hasil manis. Lewat integrasi ilmu pengetahuan dan potensi lokal, tim dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terjun langsung ke Desa Bojo, Kabupaten Barru, untuk mentransformasi usaha bajabu ikan tuna agar lebih berdaya saing dan mampu menggerakkan roda ekonomi warga setempat.

​Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), tim akademisi yang terdiri atas Dr. Anna Sutrisna S., Dedy Abidin, Mansur, dan A. Musyarafah Vetriyani menginisiasi pendampingan komprehensif bagi para pelaku usaha kuliner lokal. Kuliner khas Sulawesi Selatan ini ditegaskan memiliki identitas tersendiri yang berbeda dengan abon ikan, baik dari segi cita rasa, tekstur, maupun teknik pengolahannya.

​”Pendampingan ini dirancang agar bajabu ikan tuna mampu naik kelas tanpa menghilangkan karakteristik keunikan serta identitas aslinya. Kami memfokuskan pendampingan pada peningkatan standar higienitas produksi, tata cara pengemasan modern, pelabelan menarik, hingga strategi pemasaran digital,” ungkap tim dosen PNUP.

​Langkah inovatif ini tidak sekadar memperkuat ketahanan ekonomi warga pesisir, tetapi juga menjadi aksi nyata kampus dalam menyokong Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan usaha mikro ini berdampak langsung pada pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

​Selain itu, pengelolaan hasil laut yang terstruktur ini turut mendukung pencapaian SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDG 14 (Ekosistem Laut) dengan memanfaatkan potensi perikanan secara berkelanjutan. Sinergi ini ditutup dengan semangat SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

​Kehadiran tim PNUP di Desa Bojo membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat lokal mampu menciptakan perubahan sosial yang nyata, mengubah potensi daerah menjadi produk bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar modern.