Inovasi Mahasiswa Unhas di Papua Barat: Ubah Limbah Pala Jadi Peluang Ekonomi Warga Weri–Saharey

Semangat pengabdian ditunjukkan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Tim 14 Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Universitas Hasanuddin. Mereka menerjang medan di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, demi menggerakkan roda ekonomi warga lokal melalui potensi komoditas pala.

NETSULSEL | Fakfak, Semangat pengabdian ditunjukkan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Tim 14 Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Universitas Hasanuddin. Mereka menerjang medan di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, demi menggerakkan roda ekonomi warga lokal melalui potensi komoditas pala.

​Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Pemetaan Rantai Nilai, Kelembagaan Ekonomi, dan Kebutuhan Penguatan Kapasitas. Kegiatan ini menjadi pijakan awal untuk mendorong hilirisasi komoditas pala berbasis pemanfaatan hasil samping dan limbah yang selama ini belum tergarap optimal.

​Dalam keterangannya, Ketua Tim 14 Unhas menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan warga lokal. “FGD ini diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman bersama mengenai kebutuhan dan prioritas masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program hilirisasi pala,” ujar Ira Taskirawati, S.Hut., M.Si., Ph.D.

​Pemerintah setempat pun mengapresiasi kehadiran akademisi Unhas yang berupaya memotong panjangnya alur distribusi. “Pemasaran pala di distrik penghasil pala di Kabupaten Fakfak masih melibatkan rantai perdagangan yang cukup panjang,” jelas Kepala Distrik Fakfak Timur, Gani Samai, S.E.

​Tidak hanya fokus pada alur jual beli, penguatan kelembagaan di tingkat kampung juga menjadi sasaran utama perbaikan. “Kelompok tani, kelompok usaha, koperasi, BUMKam, serta pemerintah kampung memiliki peran penting dalam mendukung pengadaan bahan baku, pengolahan produk, hingga pengembangan usaha,” tegas Kepala Kampung Weri, Marten Sutadi Fuad.

​Proses pemetaan potensi desa ini berjalan sangat interaktif dengan melibatkan warga secara aktif menggunakan metode kartu ide. Pendekatan partisipatif tersebut memberikan ruang bebas bagi masyarakat untuk menyuarakan kendala, potensi, serta harapan mereka demi kemajuan ekonomi desa.

​Melalui aksi nyata Ekspedisi Patriot Unhas ini, diharapkan hilirisasi pala tidak sekadar memproses produk, tetapi juga mentransformasi kelembagaan lokal. Kolaborasi ini membuktikan bahwa karya ilmiah dari balik ruang kuliah mampu hadir menjadi solusi konkret bagi kesejahteraan masyarakat di pelosok negeri.(qas)