
NETSULSEL | Fakfak, Semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat perbatasan kembali digelorakan oleh insan akademisi. Setelah sebelumnya sukses mengajari warga teknik pengolahan produk lokal, Tim 2 Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas) 2026 mengambil langkah maju dengan membekali masyarakat Kampung Weri dan Kampung Saharey keterampilan merancang strategi bisnis berbasis Business Model Canvas (BMC).
Berlangsung di Kampung Weri, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat pada Minggu (20/9/2026), pelatihan ini diikuti secara antusias oleh bapak-bapak dan ibu-ibu setempat. Lewat bimbingan langsung Ketua Tim Ekspedisi, Prof. Makkarennu, S.Hut., M.Si., Ph.D., warga diajak melompat dari sekadar produsen rumahan menjadi wirausahawan yang terarah.
Jika pada tahap awal warga diajarkan melahirkan produk olahan kampung, pelatihan kali ini memandu mereka memahami peta jalan usaha secara menyeluruh. Lewat lembaran kanvas sederhana, para peserta dilatih mengidentifikasi target pasar, merumuskan nilai keunggulan produk, memetakan saluran pemasaran, hingga menghitung estimasi biaya dan potensi keuntungan finansial.
Suasana pelatihan berlangsung hidup dan interaktif. Didampingi jajaran mahasiswa dan peneliti dari Tim 2 Ekspedisi Patriot Unhas (Laskar Myristica), peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Materi disajikan dengan pendekatan bahasa lokal yang renyah dan analogi kehidupan sehari-hari, membuat konsep manajemen bisnis yang semula terkesan rumit menjadi sangat mudah dipahami. Diskusi hangat pun pecah saat warga saling bertukar pikiran menentukan harga jual yang bersaing, desain kemasan, hingga strategi distribusi.
Momen puncak terjadi ketika tiap kelompok memamerkan hasil peta bisnis (business canvas) rancangan mereka di depan forum.
”Kami berharap kanvas usaha ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan panduan nyata bagi warga dalam mengepakan sayap usahanya demi menopang dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga,” tutur Prof. Makkarennu penuh harap.
Hasil rancangan strategi bisnis ini nantinya akan menjadi dasar pembinaan berkelanjutan oleh tim Unhas, baik dalam bentuk pendampingan produksi lanjutan maupun pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan olahan kampung Fakfak.
















