Kisah Inspiratif: Siswi SLBN 1 Makassar Sumbang Emas di PeSoNas II Kupang, Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Fikha Khaerunisa, salah satu pelajar SLB Neg 1 Makassar yang sukses menyumbang sebuah medali emas di cabang olah raga senam Ritmik dalam ajang PeSoNas II Kupang NTT

NETSULSEL | Makassar, Prestasi membanggakan kembali diukir oleh kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Sulawesi Selatan dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (PeSoNas) II yang dihelat di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Di balik keterbatasan fisik, anak-anak bertalenta khusus ini berhasil membuktikan bahwa semangat juang mampu menembus batas, mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

​Dalam perhelatan akbar tersebut, kontingen Sulsel sukses memborong total 13 medali, yang terdiri dari 5 medali emas, 2 medali perak, dan 6 medali perunggu. Raihan gemilang ini menempatkan Sulawesi Selatan di peringkat ke-9 secara nasional dari 29 provinsi, berada di atas pencapaian sejumlah daerah lain seperti Provinsi Bali dan Riau.

​Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh para atlet dari berbagai cabang olahraga, di antaranya:
​Cabang Atletik: Menyumbangkan sejumlah medali melalui nomor Lari 80 M Low Divisi 3 (Juara 1), Tolak Peluru Putri Divisi 3 (Juara 3), Tolak Peluru Putra Divisi 4 (Juara 1), Lari 100 M Putra Divisi 4 (Juara 1), Lompat Jauh Putra Divisi 3 (Juara 3), Lempar Bola Softball Divisi 1 (Juara 3), dan Lompat Jauh Putri Divisi 1 (Juara 2).

​Cabang Bocce: Meraih Juara 1 Bocce Putri Divisi 9 dan Juara 2 Bocce Putra Divisi 9.

​Cabang Senam: Mempersembahkan medali emas melalui nomor Senam Ritmik Level 1 Simpai (Hoop).

​Cabang Bulutangkis & Tenis Meja: Turut menyumbangkan medali pada nomor Putra Divisi 8 (Juara 3) serta Tenis Meja Putra (Harapan 1).

​Ketulusan dan Sentuhan Emas dari SLBN 1 Makassar
​Salah satu sorotan utama dalam perolehan medali emas tersebut datang dari cabang olahraga Senam Ritmik Level 1 Simpai (Hoop). Medali emas yang sangat berharga ini dipersembahkan oleh Fikha Khaerunnisa, seorang pelajar kelas XII SMA LB Tunagrahita dari SLB Negeri 1 Kota Makassar. Di bawah gemblengan penuh kesabaran dan dedikasi tinggi dari sang pelatih, Risdah Nurul Fadillah, S.Pd., Gr., Fikha mampu tampil memukau dan mengalahkan para pesaing dari berbagai daerah.

​Kepala Sekolah SLBN 1 Makassar, Dr. Muhammad Nur, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas prestasi siswinya tersebut.

​”Alhamdulillah, hasil dari PeSoNas II ini sangat membanggakan. Tentu kita memberikan apresiasi. Ini bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa anak-anak kita juga bisa berprestasi, meskipun dengan kondisi sindrom dan keterbatasan, mereka mampu membuktikan diri di level nasional,” ungkap Dr. Muhammad Nur dengan penuh rasa bangga.

​Ia menambahkan, meski kontingen Sulawesi Selatan hanya membawa kekuatan terbatas sebanyak 13 atlet dari berbagai SLB, semangat juang yang ditunjukkan mampu membawa mereka bersaing ketat di jajaran atas nasional, sejajar dengan kontingen besar dari daerah lain. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pendidikan atas sambutan luar biasa saat penyambutan atlet di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros.

​Representasi Pendidikan Inklusif Menuju Kancah Internasional
​Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Sari Diana Muallim, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa para atlet SOIna ini adalah wujud nyata dari keberhasilan pendidikan inklusif di Bumi Anging Mammiri. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet dan pelatih yang telah berjuang tanpa kenal lelah.

​”Dari kami Dinas Pendidikan Provinsi mengucapkan selamat kepada seluruh atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama Sulsel di tingkat nasional. Kami sangat bangga atas kerja keras pelatih dan peserta yang tidak henti-hentinya berlatih,” ujar Sari Diana.

​Lebih lanjut, ia membocorkan kabar gembira bahwa pada tahun depan, salah satu dari atlet berprestasi ini bahkan akan bersiap mewakili Indonesia ke tingkat internasional.

​”Harapannya, anak-anak kita ini beserta para pelatih mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar persiapan menuju ajang internasional bisa lebih mantap dan dapat dibanggakan,” pungkasnya penuh optimis.

​Kisah Fikha dan kawan-kawan menjadi pengingat abadi bahwa dengan ruang yang tepat, ketulusan membimbing, dan dukungan penuh dari semua pihak, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk terbang menggapai bintang. (ita)