
NETSULSEL | Makassar, Keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkembang dan melek teknologi. Langkah inspiratif ditunjukkan oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) yang merangkul Kelompok Penyanyi Jalanan Kota Makassar melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kampus 3 Cafe, BTP Makassar, Sabtu (29/8/2026).
Lewat pelatihan ini, para seniman jalanan yang sehari-hari akrab dengan ruang publik diajak melangkah lebih jauh. Mereka dibekali keterampilan dasar Bahasa Inggris berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), literasi digital, hingga etika komunikasi dalam berinteraksi.
Pembekalan dirancang sangat praktis agar para peserta bisa menjadikan AI sebagai sarana belajar mandiri. Lewat gawai di genggaman, mereka diajarkan cara memperkaya kosakata, melatih pengucapan (pronunciation), hingga berlatih percakapan sederhana. Tak hanya itu, literasi digital dan etika komunikasi disisipkan agar mereka mampu menggunakan media sosial secara bijak dan profesional.
Ketua Tim PKM PNUP, Dr. Andi Musdariah, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa pendidikan vokasi dan teknologi harus bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.
“Bahasa Inggris dan AI bisa menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus membuka ruang belajar yang lebih luas bagi mereka,” ungkap Musdariah.
Dalam menjalankan misi sosial ini, Musdariah didampingi oleh tim akademisi PNUP, yaitu Drs. Akhmad, M.Ed., TESOL; Dr. Ismail Anas, S.Pd., M.Pd.; dan Drs. Muslimin, M.Hum., serta melibatkan empat mahasiswa D4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Bispro).
Program ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para penyanyi jalanan untuk tampil lebih percaya diri. Selain mempermudah komunikasi saat bertemu wisatawan, keterampilan digital ini membuka jalan bagi mereka untuk mengenalkan karya di platform global, memperluas jejaring, serta meningkatkan potensi ekonomi secara mandiri.
Langkah PNUP ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi dan pendidikan hadir bukan hanya di dalam ruang kelas, melainkan mampu merangkul jalanan untuk membukakan pintu masa depan yang lebih cerah. (qas)














