Janji Damai Tinggal Kenangan: Belum 24 Jam Dimediasi Forkopinda, Warga Bara-baraya Makassar Kembali Bentrok

suasana mencekam tepat bentrok antara genk antobar dan eks asrama Barabaraya pecah dilorong 12

NETSULSEL | ​Makasssar, Suasana damai di kawasan Bara-baraya, Kota Makassar, ternyata berumur sangat pendek. Belum genap 24 jam setelah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) bersama aparat setempat menginisiasi deklarasi damai, dua kelompok pemuda kembali terlibat tawuran sengit.

upaya mendamaikan warga yang kerap tawuran, kamis (22/10)

​Aksi perang kelompok antara Pemuda Bara-baraya Induk dan Pemuda Bara-baraya Utara pecah pada Rabu (22/10/2026) pukul 22.56 WITA di Jalan Kerung-kerung, Lorong 12, Kelurahan Bara-baraya Utara, Kecamatan Makassar.

​Kronologi Singkat Bentrokan
​Ketegangan bermula ketika sekelompok pemuda dari Bara-baraya Induk mendatangi wilayah lawan menggunakan tiga unit sepeda motor dan langsung melontarkan anak panah (busur). Tak berselang lama, pemuda Bara-baraya Utara membalas serangan tersebut, memicu tawuran massal yang melibatkan batu, petasan, dan senjata tajam tradisional.

“Sepertinya ada yang menghasut ini, anak lorong 12 antobar dengan anak asrama Barabaraya.” bisik seorangw warga.

​Aparat gabungan dari Polsek Makassar, Tim Jatanras Polrestabes Makassar, Koramil 1408-08/Makassar, serta 20 personel Sabhara Polrestabes Makassar yang dikerahkan ke lokasi baru berhasil mengendalikan situasi dan memulihkan keamanan pada pukul 00.05 WITA.

​Korban Luka
Akibat bentrokan susulan ini, seorang remaja dilaporkan mengalami luka serius akibat terkena busur di bagian kaki: Fadel (15), Pelajar warga Jalan Muh. Yamin Lorong 8, Kelurahan Bara-baraya Utara, Makassar. Ia Mengalami luka tusuk busur pada bagian kaki dan telah mendapatkan penanganan medis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

​Tanggapan Aparat dan Warga
​Insiden yang mencederai komitmen perdamaian ini menuai keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat sekitar.

​”Kami sangat menyayangkan insiden ini. Padahal, baru kemarin kita duduk bersama Forkopinda untuk meredam ketegangan secara permanen. Aparat tidak akan tinggal diam; kami akan menindak tegas pihak-pihak yang sengaja memprovokasi dan merusak kedamaian warga,” keluh salah seorang petugas pengamanan dari Polsek Makassar

​Keresahan juga dirasakan langsung oleh warga setempat yang kembali harus merasakan teror suara petasan dan lemparan batu di tengah malam.

​”Warga resah sekali, Pak. Belum juga reda rasa takut kami, baru kemarin didamaikan, malam ini sudah saling serang pakai busur lagi. Kasihan anak-anak yang jadi korban di jalan,” kata Daeng Rani Ahmad (42), warga sekitar lokasi kejadian.

​Langkah Pengamanan Lanjutan
Pasca-kejadian tersebut, jajaran Polsek Makassar dan Koramil 1408-08/Makassar memperketat pengamanan dan mengintensifkan patroli malam di titik-titik rawan Kelurahan Bara-baraya Utara. Aparat juga mengimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan anak remaja mereka guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran susulan. (soel)