NETSULSEL | Surabaya, Keputusan mengejutkan diambil di lingkungan Polrestabes Surabaya. Sebanyak tujuh personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) mendadak dimutasi dari jabatannya, tak lama setelah mereka sukses melakukan penggerebekan pesta narkoba yang melibatkan tiga anggota DPRD aktif dari Partai Gerindra.
Penggerebekan dan Proses Hukum yang Berjalan
Kasus ini bermula dari penggerebekan di sebuah kamar hotel di Surabaya yang mengamankan delapan orang, di mana tiga di antaranya merupakan wakil rakyat dari fraksi partai tertentu. Terkait penindakan tersebut, pihak kepolisian sebelumnya telah memberikan penjelasan resmi.
”Kami amankan dan proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, dalam keterangannya.
Ia juga menambahkan terkait penanganan lanjutan, “Kami proses restorative justice untuk delapan pelaku ini. Kami pastikan semua kami proses sesuai prosedur.”
Sikap Tegas Partai Politik
Menanggapi kader partainya yang tersandung kasus hukum berat ini, pihak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur langsung mengambil langkah tegas dengan menyiapkan sanksi pemecatan. Sekretaris DPD Gerindra Jawa Timur, Kharisma Febriansyah, menegaskan bahwa partainya tidak memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan narkotika:
“Rekomendasi pemecatan akan segera dikirim. Penyalahgunaan narkoba jenis apapun, itu merupakan pelanggaran berat di partai,” tegasnya.
Mutasi Mendadak Tuai Sorotan Publik
Di sisi lain, kebijakan mutasi yang menimpa ketujuh anggota polisi penangkap menuai tanda tanya besar dari berbagai kalangan pengamat hukum. Muncul dugaan adanya tekanan atau intervensi di balik pergeseran jabatan mendadak tersebut.
Menyoroti polemik ini, pengamat memberikan pandangannya:
“Ini ada potensi memang [dugaan] intervensi. Memang penangkapan tiga anggota DPRD tersebut kan terpublikasi dan tentu membuat malu. Tapi itu kan konsekuensi dan menurut saya harus dipublikasikan,” ujar Sugeng saat dimintai tanggapan.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menanti penjelasan transparan dari pimpinan kepolisian setempat terkait alasan di balik mutasi kilat para penyidik yang menangani kasus high-profile tersebut. (uta)











