
NETSULSEL | Bulukumba, Biasanya, sebuah jambore pelayanan publik dipenuhi dengan antrean warga yang mengurus KTP, berobat gratis, atau berkonsultasi soal pertanian. Namun, suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersaji di Lapangan Jawi-Jawi, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Rabu (28/10/2026). Di tengah keriuhan dan semarak pelayanan masyarakat, sebuah ikatan suci pernikahan dilangsungkan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh para pimpinan daerah.
Momen Sakral yang Mengharu Biru di Ruang Publik
Pasangan berbahagia, Andi Akhri Akbir Nurhandayani (putra Nurdin asal Kepulauan Selayar) dan Merry Anggara Putri (putri Arifai asal Bulukumpa), resmi mengikat janji suci pernikahan. Setelah melewati prosesi lamaran pada 23 Oktober 2026 dengan mahar berupa 10 gram emas, keduanya memilih melangsungkan akad nikah yang difasilitasi langsung oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bulukumpa.
Prosesi akad yang dipimpin oleh Kepala KUA Bulukumpa, Akmal, menjadi semakin istimewa dan bersejarah. Pasalnya, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf (yang akrab disapa Andi Utta), bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, Dr. Abdul Rafik, hadir langsung bertindak sebagai saksi nikah. Wakil Bupati Andi Edy Manaf beserta jajaran pejabat Pemkab Bulukumba turut memberikan doa restu usai mengikuti rangkaian upacara Hari Sumpah Pemuda di lokasi yang sama.
Bukti Nyata Negara Hadir di Setiap Lini Kehidupan Warga
Kehadiran prosesi akad nikah di tengah arena pelayanan publik ini memberikan pesan mendalam: negara hadir tidak hanya untuk urusan administratif, melainkan merangkul seluruh dimensi kebutuhan masyarakat, termasuk kebahagiaan dan keagamaan warganya.
Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf menegaskan bahwa fasilitas pernikahan ini adalah cerminan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang menyeluruh:
“Ini salah satu dari sekian banyak layanan yang kita hadirkan dalam Jambore Pelayanan Publik. Berbagai kebutuhan masyarakat kita upayakan bisa dilayani secara langsung di sini.”pungkasnya
Mulai dari dokumen kependudukan, pemeriksaan kesehatan, layanan pertanian, hingga perawatan ternak seperti pemberian vitamin dan obat cacing, semuanya dilebur dalam satu ruang interaksi yang dekat dengan masyarakat. Inovasi ini membuktikan bahwa pemerintah daerah terus berinovasi menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan efektif, tetapi juga sarat akan kehangatan dan kepedulian nyata hingga ke tingkat kecamatan. (ita)
















