NETSULSEL | Bulukumba, Kegiatan Jambore Pelayanan Publik (JPP) Kecamatan Rilau Ale tidak hanya menghadirkan berbagai layanan pemerintahan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi anak usia dini.
Melalui kolaborasi dengan Bank Sulselbar, Bunda PAUD Kabupaten Bulukumba kembali menggelar kegiatan mendongeng yang dirangkaikan dengan edukasi menabung dan cinta rupiah.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kamis (5/11/2026), dengan melibatkan peserta didik dari tiga taman kanak-kanak, yakni TK Mangkawani Karama, TK Negeri Nurul Hidayah, dan TK Sejati Baji Binasa.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak menyimak cerita edukatif yang dibawakan oleh Hasrani, guru PAUD dari TK Lembang Karaeng dengan judul Kisah Si Udin dan Usi Rajin Menabung. Selain itu, Muhammad Riyad Said, murid dari TK Sejati turut tampil membawakan cerita bertema Perahu Pinisi.
Tidak sekadar mendongeng, kegiatan ini juga memperkenalkan pentingnya budaya menabung dan kecintaan terhadap mata uang rupiah sejak dini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebiasaan menabung, seluruh peserta didik mendapatkan kesempatan untuk membuka rekening tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) di Bank Sulselbar. Bunda PAUD Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, juga memberikan uang tunai sebesar Rp10 ribu kepada masing-masing anak sebagai saldo awal tabungan.
Sementara itu, tiga murid yang dinilai paling aktif selama kegiatan mendapatkan hadiah berupa buku tabungan Bank Sulselbar dengan saldo masing-masing Rp250 ribu.
Bunda PAUD Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, mengatakan kegiatan pembelajaran di luar kelas perlu lebih sering dilakukan agar anak-anak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas.
Menurutnya, anak-anak perlu diberi kesempatan berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang di luar rumah maupun sekolah sehingga mereka dapat mengenal kehidupan sosial sejak usia dini.
“Semakin sering anak-anak berinteraksi dengan pihak luar, semakin banyak pengalaman yang mereka dapatkan. Mereka bisa mengenal lebih awal kehidupan di luar lingkungan rumah dan sekolah,” ujarnya.
Ia bahkan mendorong para orang tua untuk memberikan kepercayaan kepada guru dalam mendampingi anak-anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran di luar kelas.
“Kalau perlu, orang tua tidak usah ikut mendampingi. Percayakan kepada guru-gurunya. Ini juga menjadi bagian dari proses mengajarkan anak-anak kita untuk mandiri sejak dini,” tambahnya.
Andi Herfida juga mengapresiasi Bank Sulselbar yang turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut melalui edukasi menabung dan cinta rupiah.
Ia berharap pengenalan budaya menabung sejak usia dini dapat membentuk kebiasaan anak untuk hidup hemat, menghargai uang, serta belajar mengelola keuangan secara sederhana.
“Anak-anak perlu diajarkan sejak dini untuk rajin menabung dan menghargai rupiah. Kebiasaan kecil seperti ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk meraih kesuksesan di masa depan,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Jambore Pelayanan Publik Kecamatan Rilau Ale juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor perbankan dalam mendukung tumbuh kembang generasi masa depan Bulukumba.(hari)












