
Mangkir dua kali Panggilan Polda Sulsel, Politisi PAN Minta Basri Kajang Kooperatif, Sebut Kemunculannya Bisa Buka ‘Kotak Pandora’ Kasus Gowa
NETSULSEL | Makassar, Mangkirnya Konsultan Politik, Basri Kajang (BK), dari panggilan penyidik Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menjadi perbincangan hangat di media sosial. Berbagai spekulasi liar pun bermunculan terkait kasus yang menyeret namanya di Kabupaten Gowa. Mulai dari dugaan cinta segitiga dengan Bupati Gowa hingga kasus korupsi seragam sekolah yang kini telah diusut Polda Sulawesi Selatan.
Kondisi ini memantik respon dari politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Jabal Nur. Ia mengimbau agar Basri Kajang bersikap kooperatif dan berlapang dada mendatangi Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan.
Dikenal Sosok Bertanggung Jawab
Jabal Nur mengaku cukup mengenal sosok Basri Kajang lantaran pernah sama-sama berkiprah sebagai konsultan politik beberapa tahun lalu. Di matanya, BK merupakan figur yang bertanggung jawab dan tidak suka menghindar dari persoalan.
”Saya kenal Pak Basri Kajang orangnya gentleman. Setahu saya beliau sosok yang bertanggung jawab dan tidak mungkin lari dari masalah. Harapan saya, Pak Basri berlapang dada datang dan temui penyidik agar semua bisa terang benderang,” kata Jabal Nur kepada wartawan.
Ia menilai, langkah bersikap kooperatif justru akan menghentikan narasi liar yang terlanjur menggelinding bebas di ranah publik dan media sosial.
Kunci Pembuka ‘Kotak Pandora’ Kasus Gowa
Lebih lanjut, Jabal menekankan bahwa keberanian Basri Kajang untuk hadir memenuhi panggilan Polda Sulsel tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban hukum. Lebih dari itu, kesaksian BK diyakini bakal menjadi momentum besar untuk membongkar tabir dugaan kasus korupsi yang ada di Kabupaten Gowa.
”Bagi saya, kalau Pak Basri sebagai laki-laki muncul dan mempertanggungjawabkan semua kejadian, ini malah akan membuka ‘kotak pandora’ atau isu-isu yang selama ini beredar di masyarakat,” ungkapnya.
Jabal Nur pun berharap Basri Kajang bisa berdiri di barisan paling depan untuk membantu aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara tersebut.
”Harapan saya Pak Basri muncul, hadapi panggilan dari Polda, dan bantu Polda Sulsel buka semua dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Gowa,” pungkas Jabal.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Polda Sulsel terkait opsi penjemputan atau penjadwalan ulang terhadap Basri Kajang, serta menunggu pernyataan resmi dari pihak BK atas narasi yang berkembang di media sosial.















