NETSULSEL | Bone, Pepatah “Arak membawa senang, tuak membawa duka” tampaknya benar-benar nyata terjadi di kawasan Limpenno, Kelurahan Toro, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Niat hati ingin nongkrong santai sambil menenggak minuman keras tradisional jenis ballo, dua pemuda malah terlibat duel maut.
Akibat insiden “senggol bacok” ini, seorang pemuda berinisial GL (20) terpaksa logout dari bumi alias tewas mengenaskan setelah ditikam oleh rekan minumnya sendiri, AG (28).
Awalnya Cheers, Akhirnya Malah Jleb
Peristiwa yang bikin geleng-geleng kepala ini terjadi pada Rabu dini hari, 8 Juli 2026, sekitar pukul 00.00 WITA. Berdasarkan info yang dihimpun, awalnya GL dan AG sedang asyik “rapat pleno” sambil menghabiskan malam ditemani beberapa liter ballo.
Namun dasar alkohol, makin malam bukannya makin akrab, kadar kesabaran keduanya malah makin menipis seiring menipisnya isi botol. Obrolan yang semula santai mendadak berubah menjadi adu mulut tingkat tinggi.
Diduga karena pengaruh alkohol yang sudah menyumbat akal sehat, AG yang usianya lebih tua langsung gelap mata. Bukannya mengeluarkan argumen cerdas, ia malah mencabut badik yang terselip di pinggangnya dan langsung mendaratkannya ke dada GL. Luka tusukan yang cukup fatal itu membuat GL langsung tumbang dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Konon, penyesalan memang selalu datang belakangan, karena kalau di depan namanya pendaftaran.
Ditangkap Polisi Sebelum Efek Mabuk Hilang
Mendapat laporan adanya “baku tikam” antar-sahabat sebotol tersebut, jajaran Satreskrim Polres Bone langsung gerak cepat (gercep). Tim buser langsung meluncur ke TKP untuk mengumpulkan bukti dan melacak keberadaan pelaku.
Gak pakai lama, polisi berhasil menciduk AG tanpa perlawanan berarti. Bahkan, AG ditangkap diduga saat kepalanya masih agak kliyengan alias hangover akibat sisa-sisa ballo semalam. Badik yang dipakai untuk mengeksekusi korban pun turut diamankan sebagai barang bukti.
”Hukum Fisika Ballo, Ketika cairan masuk ke mulut, akal sehat otomatis keluar lewat jendela.”
Saat diperiksa awal, AG hanya bisa pasrah dan mengakui semua perbuatannya. Kini, ia harus mendekam di hotel prodeo Polres Bone untuk merenungi nasibnya yang terancam Lebaran di dalam sel.
Pesan Polisi, Kalau Pusing, Minum Obat, Bukan Malah Nikam Teman
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji K., S.Tr.K., S.I.K., M.H.Li., menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala bentuk premanisme dan kekerasan yang meresahkan warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan setiap permasalahan dengan otot atau emosi, apalagi kalau lagi mabuk. Kalau ada masalah, percayakan penyelesaiannya melalui jalur hukum. Polres Bone akan terus hadir memberikan rasa aman,” tegas AKP Alvin.
Kini, penyidik masih melengkapi berkas perkara sebelum AG resmi diserahkan ke kejaksaan. Pelajaran berharga untuk kita semua: kalau kapasitas lambung dan otak belum siap menerima hantaman ballo, mending minum es teh manis saja di rumah. Lebih aman, kenyang, dan bebas dari jeratan hukum.(ita)
















