NETSULSEL | Bone, Definisi cinta dunia akhirat tampaknya disalahartikan oleh seorang pria asal Jakarta ini. Gegara pesannya hanya berstatus read alias di ghosting, ia nekat terbang ke Bone, Sulawesi Selatan, demi melancarkan aksi kriminalitas yang berakhir dengan komedi tragis bagi dirinya sendiri.
Kini, pria yang emosinya selembut kerupuk tersiram kuah bakso itu terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Tanete Riattang.
Kronologi: Dari Spam Chat Berujung Tragedi
Semua bermula ketika pelaku mendadak jadi customer service dadakan yang rajin menghubungi korban. Mulai dari panggilan telepon hingga rentetan pesan singkat dikirimkan. Sialnya, korban tampaknya lebih memilih menjaga kesehatan mental dengan tidak merespons pelaku.
Merasa harga dirinya anjlok ke titik nadir, pelaku yang telanjur emosi mendatangi rumah korban di Kecamatan Tanete Riattang. Bukannya bicara baik-baik layaknya pria dewasa malah adu mulut pun pecah.
Dalam kondisi kalap karena cintanya ditolak mentah-mentah, pelaku nekat mengambil sebilah pisau. Tragisnya, pelaku tidak hanya melukai pergelangan tangan korban, tetapi juga bertindak acak-acakan dengan menyeret korban dan memotong rambutnya. Tampaknya pelaku mendadak lupa profesinya adalah mantan kekasih, bukan kapster salon kecantikan.
Kalah Duel Lawan Jendela
Melihat aksi brutal tersebut, keluarga korban tentu tidak tinggal diam. Mereka langsung datang melerai dan sempat mengamankan pelaku. Panik karena dikepung, pelaku pun mencoba melakukan aksi pelarian dramatis layaknya film aksi Hollywood.
Sayangnya, realita tidak seindah film. Saat berusaha kabur, pelaku justru menabrak jendela kaca rumah korban hingga pecah berantakan. Bukannya lolos dengan keren, pelaku malah mengalami luka robek serius di lengan kiri dan leher akibat kalah duel melawan kaca jendela.
”Niatnya mau kabur estetik, malah berujung dilarikan ke RSUD Tenriawaru karena terluka oleh jendela,” ujar seorang saksi yang geleng-geleng kepala melihat kejadian tersebut.
Polisi Turun Tangan, Pisau ‘Dighosting’ Pelaku
Mendapat laporan adanya drama kriminal komedi ini, tim gabungan Unit IV Sat Intelkam bersama Unit Opsnal III Reskrim Polsek Tanete Riattang langsung bergerak cepat ke lokasi dan sukses mengamankan pelaku yang sudah layu sebelum berkembang.
Kapolsek Tanete Riattang, AKP Budiawan, membenarkan bahwa pelaku kini sudah diamankan dan tidak bisa lagi meneror ponsel korban.
”Pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Tanete Riattang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegas AKP Budiawan.

Namun, drama belum berakhir. Polisi kini tengah dibuat pusing karena harus mencari barang bukti pisau yang digunakan pelaku. Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku telah membuang pisau tersebut. Tampaknya, setelah di ghosting korban, kini gantian pelaku yang menghostings pisau miliknya sendiri.
Selain menahan pelaku yang kini penampilannya penuh perban, polisi juga menyita satu unit sepeda motor dan sebuah tas samping sebagai barang bukti. Korban kini telah diarahkan untuk membuat laporan resmi agar sang mantan bisa merenungi nasibnya dibalik jeruji besi sembari menghitung waktu yang berlalu, juga dimana sinyal HP sangat buruk dan tidak ada yang peduli apakah pesannya dibalas atau tidak? (ita)
















