Saat Ratusan Remaja Sulsel Berkumpul di Bone, Menenun Jiwa Kemanusiaan di Lapangan Massenreng Pulu

Di bawah naungan langit Kecamatan Sibulue, tawa ceria, derap langkah kompak, dan semangat membara menyatu di Lapangan Bola Massenreng Pulu, Kabupaten Bone. Senin (20/7/2026), lapangan hijau itu berubah menjadi panggung hangat bagi ratusan remaja dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan.

NETSULSEL | Bone, Di bawah naungan langit Kecamatan Sibulue, tawa ceria, derap langkah kompak, dan semangat membara menyatu di Lapangan Bola Massenreng Pulu, Kabupaten Bone. Senin (20/7/2026), lapangan hijau itu berubah menjadi panggung hangat bagi ratusan remaja dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan.

​Mereka bukanlah sedang berlaga dalam kompetisi biasa. Para siswa SMP dan SMA yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) Madya dan Wira ini berkumpul untuk satu tujuan mulia: mengasah empati dan merawat jiwa kemanusiaan dalam ajang Invitasi Tingkat X PMR Madya-Wira se-Sulsel 2026.

​Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit IAIN Bone ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin (AAP).

Bukan Sekadar Lomba, Ini Ruang Menempa Empati
Di hadapan ratusan relawan muda yang berbaris rapi, pesan yang disampaikan tidak hanya soal piala atau kemenangan. Atmosfer upacara pembukaan terasa begitu humanis ketika nilai-nilai kebaikan dan kesiapsiagaan menjadi sorotan utama.

​Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi KSR PMI IAIN Bone dalam menjaga wadah pembinaan ini. Bagi Wabup AAP, ajang ini adalah kawah candradimuka untuk melahirkan manusia-manusia tangguh yang peka terhadap penderitaan sesama.

​”PMR memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, kedisiplinan, dan semangat gotong royong sejak usia dini,” tutur Andi Akmal di hadapan para peserta dan jajaran Forkopimcam yang hadir.

Ia menegaskan, di tengah tantangan zaman yang makin individualis, anak muda yang memiliki jiwa sukarelawan adalah ‘aset emas’ daerah.

​”Nilai-nilai ini sangat kita butuhkan. Kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya pintar dan berprestasi di sekolah, tetapi juga punya hati yang tergerak ketika melihat orang lain membutuhkan bantuan,” tambahnya.

Merajut Persaudaraan di Bawah Panji Palang Merah
​Invitasi ini tak hanya diisi dengan uji ketangkasan pertolongan pertama atau simulasi penanggulangan bencana, tetapi juga menjadi simpul silaturahmi. Remaja dari pelosok daerah yang sebelumnya tak saling kenal, kini berbagi tenda, bertukar cerita, dan belajar arti kebersamaan.
​Aura persaudaraan begitu terasa. Pemerintah Kabupaten Bone berharap momentum ini menjadi refleksi bahwa nilai kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.

​”Jadikan ajang ini untuk saling merangkul, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan jiwa relawan yang siap hadir dalam situasi apa pun,” pesan Wabup AAP membakar semangat para peserta.

Menyemai Benih Kepedulian untuk Masa Depan
​Upacara pembukaan yang turut dihadiri jajaran PMI Bone, pimpinan IAIN Bone, BAZNAS, hingga tokoh masyarakat setempat ini menjadi bukti nyata kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda. ​Melalui riuh tepuk tangan dan semangat gotong royong di Lapangan Massenreng Pulu, sebuah pesan tersampaikan dengan jelas: kemanusiaan di tangan anak muda Sulawesi Selatan masih menyala terang.

​Mereka pulang tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga membawa benih kepedulian yang siap dimekarkan di daerah masing-masing demi masyarakat yang lebih ramah, tangguh, dan saling menjaga. (ria)