NETSULSEL | Karawang, Bagi para pencinta traveling dan wisata kuliner anti-mainstream, kata “kuburan” biasanya identik dengan cerita mistis, pohon kamboja yang bisu, dan desir angin malam yang bikin bulu kuduk berdiri. Tapi tunggu dulu sampai Kamu melangkah ke Kampung Sukasari, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur. Di sini, batasan antara misteri malam dan hangatnya piring saji mendadak pudar dalam pendaran lampu warna-warni.
Selamat datang di warung unik milik Mak Ida Nengsih (50) destinasi kuliner malam di tengah TPU Karangpamulang yang membuktikan bahwa sensasi horor ternyata bisa berujung kenyang dan ketawa-tawa!
Misteri Pendar Lampu di Ujung Pemakaman
Malam Sabtu itu, jarum jam menunjukkan pukul sembilan. Suasana Karawang Timur yang riuh perlahan mereda, menyisakan keheningan khas sudut pemakaman tua. Namun, begitu melangkah ke bagian belakang permukiman warga yang berbatasan langsung dengan ribuan nisan TPU Karangpamulang, pemandangan menyeramkan yang dibayangkan sama sekali tak terbukti.

Alih-alih gulita dan aura magis yang bikin merinding, sepasang mata justru dimanjakan oleh kerlip lampu hias warna-warni yang mengantung estetik di dahan-dahan pohon sekitar makam. Meja-meja kayu dan kursi plastik tersusun rapi bukan di pinggir jalan raya, melainkan tepat menyelinap di antara jajaran nisan!
”Awalnya pikir bakal uji nyali yang horor banget, Mas. Tapi pas nyampe, kok malah kayak cafe outdoor berkonsep rustic alami begini? Bedanya, ‘tetangga’ sebelah kita cuma diam aja,” gelak Hariman (38), salah satu pengunjung asal Makassar yang sengaja datang bersama teman-temannya karena penasaran setelah videonya tular di media sosial.
Dari Ide Menantu Hingga Jadi Magnet Wisata Adrenalin
Di balik tempat yang terkesan ‘nekat’ ini, ada sosok Mak Ida Nengsih yang selalu tersenyum ramah dari balik steling dagangannya. Sambil melayani pesanan Nasi Uduk hangat beraroma pandan yang menggugah selera, Mak Ida menceritakan kisah awal mula warungnya berdiri.
”Inspirasinya malah dari menantu Ibu. Katanya, ‘Kalau mau jualan di sini aja, Ma. Di sini kan area terbuka, banyak anak-anak main kalau sore, adem.’ Ya sudah, mereka yang modalin, Ibu yang olah masakan,” tutur Mak Ida sambil tertawa renyah.

Siapa sangka, ide nekat yang baru berjalan hitungan minggu ini justru meledak. Dibuka mulai sore hingga pukul 01.00 dini hari, warung ini tak pernah sepi. Menu yang disajikan sangat beragam dan bersahabat di kantong:
Nasi Uduk Gurih Lengkap (dengan lauk pauk khas Sunda)
Seblak Pedas “Penyegar Jiwa”
Mie Ayam Kuah Kental
Berbagai jajanan snack dan sosis bakar favorit anak-anak.
Pagi hingga siang digunakan Mak Ida untuk beristirahat dan mengolah bahan baku segar. Begitu matahari terbenam, “pesta kuliner malam” pun dimulai.
Kata Warga: Horor Itu Cuma Pikiran, Nasi Uduk Mak Ida Itu Realistis!
Bagi warga lokal, keberadaan warung ini justru menjadi oase tempat berkumpul yang hangat. Tidak ada raut takut di wajah para pelanggan. Terlihat sebuah keluarga kecil menikmati makan malam bersama, sementara anak-anak berlarian riang di sekitar area lampu hias tanpa rasa cemas.
Pak Sulaiman (53), warga setempat yang langganan makan malam di sini, mengungkapkan bahwa warung Mak Ida telah merubah persepsi orang tentang TPU Karangpamulang.
”Alhamdulillah, warga di sini mah antusias banget, jadinya ramai terus. Daripada kelihatannya sepi dan bikin takut kalau malam, adanya warung ini malah bikin suasana jadi hangat dan padat sosialisasinya. Lah wong kita makan enak kok di sini,” ujar Pak Sule.panggilan Sulaiman.
Pak Apuh juga menambahkan, konsep “uji adrenalin” inilah yang justru menjadi magnet daya tarik bagi pengunjung dari luar wilayah Karawang.
”Kata ibu-ibu sama anak-anak muda yang datang dari jauh mah, ini namanya kulineran adrenalin! Sensasinya beda, kapan lagi bisa nyeruput kuah seblak pedas sambil bisik-bisik bareng teman di samping makam?” tambahnya tertawa.
Tips & Sensasi Berwisata Kuliner ke TPU Karangpamulang:
Bagi Kamu pencinta jalan-jalan unik yang ingin merasakan sensasi makan malam “bersama alam lain” tanpa perlu rasa takut, berikut tips ringkasnya:
Datang di Atas Jam 8 Malam: Pendaran lampu hias akan terlihat paling estetik di saat langit sudah gelap sempurna.
Coba Nasi Uduk & Seblaknya: Kombinasi gurih dan pedasnya pas banget untuk mengusir dinginnya angin malam di area pemakaman.
Jaga Kesopanan: Bagaimanapun, ini adalah area pemakaman umum. Tetap jaga kebersihan, hindari bersuara terlalu keras yang mengganggu warga, dan selalu utamakan rasa saling menghormati. Jadi, berani uji keberanian sekaligus memanjakan lidah di Karawang weekend ini? Tenang saja, yang bikin kamu ‘merinding’ di sini cuma satu: kalau kehabisan stok nasi uduknya! (baba)





