19,8 Trilyun Dana BGN Yang Ditilep Jaringan Sonny. Berikut Jaringan dan Perannya?

Dadan HIdayan, Sonny Sanjaya, Lodewick Pusung. Tersangka utama dari jaringan yang diduga memainkan anggaran MBG 19 trilyun rupiah

NETSULSEL | Jakarta, 32 nama tokoh penting yang diduga keras terindikasi terlibat dalam jejaring yang mengakali dana MBG puluhan trilyun. terbukti aliran dana tersebut mengaitkan mereka secara personal. Berdasarkan data yang disidik jaksa tipikor Kejaksaan Agung menyita berbagai alat bukti yang menguatkan keterlibatan mereka dalam skandal ini.

Berdasarkan data dan bukti lengkap aliran dana tersebut, berasal dari smartphone milik Sonny Sanjaya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat yang menjadi Wisstle Blower dalam kasus korupsi ini. Data tersebut diserahkan oleh Penasehat hukum Sonny Sanjaya, Elsa Syarief saat menawarkan diri sebagai Justice Collaborator.

Jaksa penyidik menetapkan 3 tersangka sebagai otak kasus, yakni Dadan Hindayana (mantan Kepala BGN) merupakan pemimpin utama jaringan, Sonny Sanjaya (mantan Wakil Kepala BGN) berperan sebagai pemegang data dan daftar lengkap, serta Lodewick Pusung (mantan Wakil Kepala BGN) bertugas sebagai sebagai kordinator lapangan.

Dalam jaringan ini terindikasi 8 orang dari Kementerian dan Negara yang bertugas sebagai pengatur kebijakan, ada 9 orang dari unsur pengusaha dan kontraktor yang memiliki tugas pelaksana proyek sekaligus penikmat proyek. Selain itu dari unsur politisi dan Legislator aktif terdapat 5 orang yang memiliki tugas meloloskan anggaran dan perlindungan politik. Dari unsur aparat berdasarn data yang dipegang penyidik, ada 4 orang yang melindungi jaringan serta 4 orang sebagai staff dan pelaksan teknis yang bertugas sebagai eksekutor dilapangan.

Dari 32 nama yang didengungkan terlibat ini, secara hukum sudah terverifikasi memiliki bukti transaksi, keterlibatan yang menunjukkan perannya. Aliran dana yang dikelola senilai 19,8 Trilyun Rupiah dari total anggaran MBG saat ini.

Tahun 2025 APBN menyiapkan pagu anggaran untuk program MBG senilai 71 Trilyun Rupiah, namun terealisasi hingga per 31 desember hanya 72,5 persen atau sekitar 43 Trilyun Rupiah. Sementara tahun 2026 ini APBN menyiapkan pagu anggaran untuk program MBG senilai 335 Trilyun Rupiah, setelah efesiensi hingga Mei 2026 ini, anggaran dipangkas menjadi 268 Trilyun Rupiah yang disalurkan lewat program BGN, sisa 67 Trilyun Rupiah dicadangkan di Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA-BUN).

Sementara realisasi anggaran per akhir Mei 2026 versi BGN sendiri sudah terserap senilai 88,15 trilyun rupiah. (sumber AI)