Sengatan Anggie Intania di Ring Asian Boxing Championship 2026: Berburu Bibit Juara Dunia hingga ke Pelosok Transmigrasi

Wamen Viva Yoga bersama Menpora Erick Tohir saat diarena Asian Boxing Championship 2026

NETSULSEL |​ Jakarta, Gemuruh sorak penonton memecah keheningan Hall Basket, Komplek Olahraga Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, pada Minggu (5/7/2026) sore. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, langsung berdiri spontan, bertepuk tangan penuh antusias. Di atas ring, petinju putri andalan Indonesia, Anggie Intania Chalik, baru saja dinyatakan menang mutlak atas rival tangguhnya dari Thailand, Pemika Payungkasem.

​Kemenangan gemilang Anggie di laga kedua ini menjadi pembuka jalan yang manis dalam ajang bergengsi Asian Boxing Men & Women U-19 dan U-23 Championships Jakarta 2026. Turnamen skala Asia yang diikuti oleh 21 negara ini dibuka langsung oleh Menpora Erick Thohir dan dihadiri oleh jajaran tokoh nasional, mulai dari Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mendag Budi Santoso, Utusan Khusus Presiden Zita Anjani, hingga legenda tinju Indonesia Daud Yordan.

Misi Besar Melahirkan “Ellyas Pical” Baru
​Melihat potensi luar biasa di atas ring, Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi meyakini bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan bakat. Ia mendorong Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) di tingkat daerah untuk bergerak lebih agresif dalam menjaring talenta muda, bahkan hingga ke wilayah yang jarang tersentuh.

​”Petinju legendaris kita, Ellyas Pical, itu berasal dari pelosok daerah di Saparua, Maluku. Saya yakin, dari pelosok daerah termasuk kawasan-kawasan transmigrasi, ada potensi bibit unggul petinju Indonesia yang siap mendunia,” ujar Viva Yoga optimistis.

​Ia berharap 19 petinju muda Indonesia yang turun di dua kelas dan dua kategori dalam kejuaraan ini mampu memberikan performa terbaik demi kehormatan Merah Putih.

Jembatan Menuju Panggung Olimpiade
​Senada dengan Menpora Erick Thohir, Viva Yoga menegaskan bahwa kejuaraan Asia ini bukan sekadar turnamen musiman, melainkan kawah candradimuka untuk mempersiapkan atlet menuju panggung yang lebih tinggi: Olimpiade.

​Asah Mental, Menjadi wadah bagi petinju Indonesia dan negara Asia lainnya untuk saling mengukur kemampuan.

​Bangun Ekosistem, Menghidupkan kembali gairah tinju dari level daerah hingga nasional.

​Dominasi Global, Membuktikan bahwa petinju Asia mampu berbicara banyak di level dunia.

Rivalitas di Dalam Ring, Saudara di Luar Ring
​Meskipun tinju dikenal sebagai olahraga keras yang menuntut fisik dan determinasi tinggi untuk saling mengalahkan, Viva Yoga mengingatkan esensi utama dari olahraga: sportivitas dan kemanusiaan.

​”Meski di dalam ring kita bertarung habis-habisan, selepas pertandingan kita semua adalah saudara. Nilai persaudaraan ini yang harus tetap dijaga,” pungkasnya.

​Dengan dukungan penuh dari pemerintah, masyarakat, dan semangat membara para atlet muda seperti Anggie Intania, jalan menuju kebangkitan tinju Indonesia di panggung dunia kini terbuka lebar. Dari pelosok daerah untuk dunia! (ist)