
NETSULSEL | Bulukumba, Pagi itu, dalam hening dan khidmatnya Apel Gabungan OPD, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf atau yang akrab disapa Andi Utta melangkah mendekati para juru parkir. Dengan kedua tangannya sendiri, ia memasangkan rompi dan tanda pengenal (ID Card) resmi kepada mereka. Bagi Andi Utta, momen ini bukan sekadar seremoni pemerintahan biasa. Ini adalah momen memanusiakan para pejuang jalanan sekaligus meletakkan fondasi kejujuran demi kemajuan tanah kelahiran.
Sebanyak 35 petugas parkir tepi jalan di Kecamatan Ujungbulu kini berdiri tegak dengan kebanggaan baru. Mereka bukan lagi sekadar pemuda di persimpangan jalan, melainkan garda terdepan pelayanan publik dan pahlawan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Bulukumba.
”Penataan ini bukan untuk membatasi, melainkan untuk melindungi dan memuliakan,” tutur Andi Utta penuh rasa syukur. “Dengan rompi dan ID Card resmi ini, masyarakat tahu siapa yang melayani mereka dengan jujur. Di sisi lain, para petugas parkir kita memiliki identitas resmi dan harga diri dalam menjalankan tugasnya mencari nafkah.”
Langkah strategis yang digagas melalui Dinas Perhubungan di bawah kepemimpinan Idham Khalid ini menjadi jawaban atas keresahan warga terhadap hadirnya juru parkir liar dan potensi kebocoran retribusi. Melalui penataan ini, setiap rupiah yang dikeluarkan oleh masyarakat tidak akan hilang disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Lebih jauh lagi, Bulukumba kini tengah bersiap melompat ke era baru pemerintahan modern. Kerja sama dengan Bank Sulselbar sedang dirampungkan untuk menghadirkan sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Sebuah terobosan yang menjadikan pengelolaan retribusi parkir kian transparan, terukur, dan mudah diawasi.
Namun bagi Andi Utta, esensi tertinggi dari inovasi dan digitalisasi ini selalu bermuara pada satu hal: kesejahteraan rakyat.
”Saya mengapresiasi setinggi-tingginya inovasi Dinas Perhubungan ini,” ujar Andi Utta dengan mata berbinar penuh optimisme. “Masyarakat harus paham, setiap rupiah retribusi yang terkumpul secara jujur dari jalanan ini tidak akan menguap. Semuanya akan kembali kepada rakyat—menjadi jalan-jalan yang mulus, fasilitas kesehatan yang baik, sekolah yang layak, dan pembangunan yang dirasakan oleh seluruh warga Bulukumba.”
Ke depan, pengawasan lapangan pun akan makin diperkuat melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Parkir untuk memastikan kenyamanan warga tetap terjaga dan praktik pungutan liar terkikis habis dari bumi Panrita Lopi.
Dari sehelai rompi parkir, sebuah pesan besar telah digaungkan: bahwa pembangunan Bulukumba tidak hanya dibangun dari gedung-gedung tinggi, tetapi dimulai dari kedisiplinan, kejujuran, dan rasa saling menghargai di jalanan. Di bawah kepemimpinan Andi Utta, Bulukumba terus bergerak melangkah maju—menata kota, memuliakan warga, dan membangun masa depan bersama.(ita)











