Semangat di Tengah Badai, Karangan Bunga Rakyat Penguat Langkah Bupati Gowa Husniah Talenrang. Jabal Nur: Husniah Tak Sendiri.

Karangan bunga ini hadir sejak Kamis (27/8/2026), belasan karangan bunga tersebut menghiasi area depan kantor tersebut. Meski jumlahnya berangsur menyusut hingga menyisakan beberapa papan pada Jumat dan sabtu (29/8/2026) kemarin, pesan yang tersirat di dalamnya justru kian bergaung nyaring. Karangan bunga tersebut seolah menjadi simbol kehangatan simpati publik untuk menguatkan langkah Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.

NETSULSEL ​| Gowa, Tembok depan Kantor Bupati Gowa di Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu, mendadak hangat oleh untaian kata dan warna. Di tengah riak politik dan dinamika tata kelola pemerintahan yang sedang menyita perhatian publik, berjejer karangan bunga yang hadir bukan sekadar sebagai hiasan papan, melainkan sebagai wujud dukungan moral yang lahir tulus dari keteguhan hati warga.

​Karangan bunga ini hadir sejak Kamis (27/8/2026), belasan karangan bunga tersebut menghiasi area depan kantor tersebut. Meski jumlahnya berangsur menyusut hingga menyisakan beberapa papan pada Jumat dan sabtu (29/8/2026) kemarin, pesan yang tersirat di dalamnya justru kian bergaung nyaring. Karangan bunga tersebut seolah menjadi simbol kehangatan simpati publik untuk menguatkan langkah Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.

​Pesan-pesan yang tertera menggambarkan ikatan batin yang mendalam antara sang pememimpin dan warganya. Dari barisan emak-emak Kecamatan Pattallassang, terpampang tulisan “Perempuan tangguh dan tegar Bupati andalan Kab Gowa.” Tak ketinggalan, Sahabat Husniah Talenrang dari wilayah yang sama menyelipkan doa menyentuh: “Telah bertahan sejauh ini, Tuhan membersamai perjuanganmu.”

​Ungkapan dukungan juga mengalir dari Keluarga Besar Kecamatan Somba Opu serta Komunitas Cinta Gowa yang menegaskan komitmen untuk terus berjalan bersama dalam mengemban amanah masyarakat. Setiap untaian kata menyiratkan harapan agar roda pemerintahan terus bergerak maju, merawat kebersamaan, dan menunaikan janji bagi kemajuan Kabupaten Gowa.

Kehadiran karanga bunga tersebut menjadi perhatian politisi PAN Sulsel, Jabal Nur. Jabal yang selama ini selalu pasanga badan untuk Husniah mengatakan bahwa karangan bungan tersebut adalah wujud moril dan moral untuk Bupati Gowa.

“Saya tak pernah ragu, langkah politik ibu bupati bukan kesalahan. Hanya respon sebagian orang yang merasa terganggu dan menciptakan kebisingan yang harusnya tak perlu hingga mengganggu jalannya pelayanan pemerintahan.” kata Jabal.

“Sudahlah, karangan bunga adalah bukti bahwa Husniah itu memiliki pendukung militan, dan Beliau tak tega menggerakkan pendukung militan itu untuk menghindari benturan sesama masyarakat gowa.” tambahnya.

​Kehadiran dorongan semangat dari akar rumput ini mengemuka di saat Bupati Husniah sedang melalui fase kepemimpinan yang menguji ketahanan. Situasi politik daerah hangat membicarakan permohonan uji pendapat yang didaftarkan DPRD Gowa ke Mahkamah Agung, serta proses dinamika kepegawaian yang melibatkan pembebastugasan sementara enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) suatu langkah administrasi yang saat ini sedang dalam pembahasan penelusuran klarifikasi bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN).

​Di tengah tekanan dan perbedaan pandangan birokrasi, pesan-pesan moral dari masyarakat ini hadir layaknya penyejuk. Karangan bunga yang berdiri teguh di trotoar Somba Opu menjadi pengingat bagi segenap elemen daerah bahwa di balik setiap ujian kepemimpinan, ada doa dan harapan warga yang tak pernah putus agar Gowa tetap tegar dan terus melangkah ke depan. (ita)