Aksi Nyata Akademisi Unhas di Papua Barat, Tim TEP 12 Rangkul Warga Fakfak Timur Benahi Layanan Dasar

Bukan sekadar datang membawa teori, tim yang diketuai oleh Dr. Andi Agus Mumang, SKM., dari Program Studi Magister Ilmu Biomedik Sekolah Pascasarjana Unhas ini turun langsung membedah akar masalah layanan dasar masyarakat. Fokus utama aksi ini menyasar tiga pilar krusial kualitas hidup: perbaikan gizi, sanitasi lingkungan, serta penguatan psikososial warga.

NETSULSEL | Fakfak Timur, Semangat membangun negeri dari garda terdepan kembali dipancarkan oleh insan akademis Universitas Hasanuddin (Unhas). Melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 12, para peneliti dan mahasiswa Unhas merajut kolaborasi erat bersama masyarakat di SD Inpres Weri, Distrik Fakfak Timur, Papua Barat.

​Bukan sekadar datang membawa teori, tim yang diketuai oleh Dr. Andi Agus Mumang, SKM., dari Program Studi Magister Ilmu Biomedik Sekolah Pascasarjana Unhas ini turun langsung membedah akar masalah layanan dasar masyarakat. Fokus utama aksi ini menyasar tiga pilar krusial kualitas hidup: perbaikan gizi, sanitasi lingkungan, serta penguatan psikososial warga.

Berawal dari Data, Bergerak Bersama Warga

​Rencana aksi yang disosialisasikan bukan hasil rekaan di atas meja. Program ini dirancang presisi berbasis hasil asesmen lapangan mendalam yang memetakan kebutuhan riil warga kawasan transmigrasi Weri-Saharey.

​Antusiasme membuncah saat sekitar 50 pemangku kepentingan berkumpul. Mulai dari Kepala Distrik, kepala dusun, kelompok guru, petugas Puskesmas, calon kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat duduk bersama menyelaraskan gagasan.

​Sinergi ini makin kokoh dengan hadirnya jajaran pemerintah daerah, seperti pemaparan materi dari Lud Masrur Kamudi, S.IP., M.Si. (Dinas Transmigrasi) serta Gani Samai, S.E. (perwakilan Dinas Pekerjaan Umum melalui Kepala Distrik). Kehadiran lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama bahwa pembenahan infrastruktur dan kualitas hidup warga Papua Barat harus mengakar dari ruang dialog yang inklusif.

Gairah Kolaborasi di Ujung Timur Nusantara

​Suasana sosialisasi berlangsung hidup dan interaktif. Warga tak canggung melontarkan pertanyaan, menyampaikan harapan, hingga mendiskusikan tantangan kesehatan harian yang mereka hadapi. Senyum optimisme mengembang saat para calon kader lokal menyatakan kesiapannya untuk berada di barisan terdepan mengawal program ini.

​”Melalui pendekatan biomedik dan kesehatan masyarakat yang terintegrasi, kita ingin memastikan anak-anak di Fakfak Timur tumbuh dengan gizi yang cukup, sanitasi yang bersih, serta lingkungan psikososial yang mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Dr. Andi Agus Mumang.

​Kehadiran Tim TEP 12 Unhas di Fakfak Timur menjadi bukti nyata kepedulian dunia perguruan tinggi. Lebih dari sekadar menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, aksi ini adalah manifestasi kepedulian dan ikatan persaudaraan: bahwa setiap anak bangsa di pelosok Nusantara berhak mendapatkan kualitas hidup dan layanan dasar yang layak.(ist)