Inovasi Mahasiswa PNUP dan Singapore Polytechnic: Kolaborasi Internasional Hadirkan Solusi Nyata Lewat Design Thinking

Melalui program kolaborasi internasional Learning Express (LeX) 2026, mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama Singapore Polytechnic (SP) bersatu untuk merancang berbagai solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

NETSULSEL | Makassar, Dunia kampus kembali menunjukkan peran nyatanya sebagai tempat lahirnya inovasi yang berdampak sosial. Melalui program kolaborasi internasional Learning Express (LeX) 2026, mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bersama Singapore Polytechnic (SP) bersatu untuk merancang berbagai solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

​Resmi dibuka di Aula Lantai 3 Kampus 1 PNUP pada Selasa (22/9/2026), program ini menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan vokasi mampu melampaui batas ruang kelas. Selama 12 hari, dari 21 September hingga 2 Oktober 2026, para mahasiswa dari kedua negara saling bergandengan tangan dalam tim lintas budaya untuk menciptakan gagasan inovatif berbasis metodologi Design Thinking.

​Proses pembelajaran tidak sekadar mengasah logika akademik, tetapi juga menggembleng empati dan kreativitas. Mahasiswa diajak melewati serangkaian tahapan intensif—mulai dari mempahami kebutuhan warga lokal (Empathy), merumuskan ide-ide solutif (Ideation), hingga mewujudkannya dalam bentuk karya nyata (Prototyping).

​Pengalaman ini disempurnakan oleh pendampingan empat fasilitator berpengalaman dari kedua belah pihak: Fan Ay Deng dan Fred Wei dari Singapore Polytechnic, serta Ir. Muhammad Dwiyanto Agung Prakasa, S.T., M.T. dan Nurul Hidjrah Hairuddin, S.S., M.Hum. dari PNUP. Kehadiran mereka memastikan setiap gagasan mahasiswa terarah dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

​Lebih dari sekadar pertukaran ilmu, LeX 2026 memperkuat kemampuan komunikasi antarbangsa, jiwa kepemimpinan, dan jejaring global bagi para calon praktisi muda. Langkah nyata ini tidak hanya memperkokoh posisi PNUP sebagai perguruan tinggi vokasi yang berdaya saing global, tetapi juga menginspirasi dunia pendidikan bahwa kolaborasi berbasis pengalaman dapat menghasilkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.(baba)