Sinergi PNUP dan Industri Nasional di Bakokerma 2026: Cetak SDM Vokasi Unggul dan Berdaya Saing

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri. Melalui keikutsertaannya dalam Forum Wakil Direktur Bidang Kerjasama Politeknik se-Indonesia yang dirangkaikan dengan agenda “Bakokerma Goes To Semarang 2026”, PNUP siap mengambil peran strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

NETSULSEL | Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri. Melalui keikutsertaannya dalam Forum Wakil Direktur Bidang Kerjasama Politeknik se-Indonesia yang dirangkaikan dengan agenda “Bakokerma Goes To Semarang 2026”, PNUP siap mengambil peran strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

​Kegiatan bergengsi yang berlangsung di Politeknik Negeri Semarang (Polines) dan Kawasan Industri se-Jawa Tengah pada 22–26 September 2026 ini menghimpun perwakilan dari 42 politeknik dan Akademi Komunitas Negeri (AKN), 40 tenant industri, serta 8 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) se-Jawa Tengah.

​Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi PNUP, Dr. Nurhayati, S.Si., M.T., hadir langsung mewakili PNUP dalam ajang kolaboratif nasional tersebut.

​”Forum ini memberi peluang besar bagi para delegasi untuk melakukan kunjungan kerja, workshop, hingga penandatanganan kesepakatan (MoU) dengan kawasan industri maupun perguruan tinggi vokasi se-Indonesia,” ungkap Dr. Nurhayati saat ditemui di sela acara, Rabu (23/9/2026).

​Tak hanya menjalin jejaring, PNUP juga memanfaatkan momentum ini untuk menampilkan berbagai inovasi unggulan kampus melalui sesi presentasi tenant. Sesi dialog interaktif antar-delegasi turut membuka ruang diskusi hangat untuk saling bertukar gagasan dan memperkuat jaringan kemitraan strategis.

Mendorong Hilirisasi Riset dan Peluang Kerja Sama Global

​Forum nasional selama empat hari ini juga menjadi panggung penting bagi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan untuk mensosialisasikan program hilirisasi serta penguatan kemitraan riset kampus-industri.

​Selain itu, peluang kerja sama berkelas dunia turut mengemuka lewat pemaparan skema join degree dan kemitraan industri antara politeknik Indonesia dengan institusi di Tiongkok yang dibawakan oleh CEO Hope Indonesia, Mr. Li.

​Langkah kolaboratif ini disambut hangat oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T. Ia menekankan pentingnya sinergi saling menguntungkan antara perguruan tinggi dan dunia usaha/dunia industri (DUDI).

​”Arah kebijakan pendidikan tinggi vokasi saat ini berfokus pada penguatan pembelajaran dan pengembangan talenta mahasiswa agar senantiasa relevan dengan dinamika industri. Forum nasional ini menjadi jawaban konkret dalam menjembatani kebutuhan industri melalui talenta-talenta siap kerja dari kampus vokasi,” tegas Beny.

​Keikutsertaan PNUP dalam forum nasional ini mempertegas peran kampus vokasi asal Makassar tersebut sebagai motor penggerak inovasi terapan yang siap melahirkan generasi muda terampil untuk menjawab tantangan industri masa depan.(noer)