
NETSULSEL | Gowa, Di balik duka mendalam atas peristiwa naas yang merenggut nyawa pasangan suami istri di Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (5/10/2026) dini hari, secercah kepedulian hadir membawa harapan baru. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Gowa bergerak cepat memastikan anak-anak yang ditinggalkan tidak melangkah sendirian melewati masa-masa sulit ini.
Guna memulihkan kondisi psikologis anak-anak korban pasca insiden traumatis tersebut, Polresta Gowa menyiapkan pendampingan psikoterapi khusus melalui pembentukan tim trauma healing. Langkah ini menjadi wujud nyata hadirnya penegak hukum yang tidak hanya fokus pada penanganan kasus, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan dan perlindungan anak.
Kapolresta Gowa, Kombes Pol M. Yusuf, menegaskan komitmennya untuk segera menerjunkan tim pendamping ke lokasi untuk bimbingan psikologi dan pemulihaan rasa trauma yang dialami anak-anak korban..
”Insyaallah dalam waktu satu atau dua hari ini, kami akan turunkan tim trauma healing kepada anak-anak korban di Samata,” ujar Kombes Pol M. Yusuf usai menggelar rilis di Mako Polrestabes Makassar, Selasa (6/10/2026) sore.
Mantan Kapolres Palopo tersebut menjelaskan bahwa tim ini akan diperkuat oleh jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polresta Gowa yang memiliki pendekatan persuasif dan empati tinggi.
”Pendampingan ini bertujuan memulihkan gangguan psikologis akibat kejadian traumatis, sehingga ketakutan yang dialami anak-anak dapat perlahan dipulihkan,” tambahnya.
Kehadiran Polwan dalam misi kemanusiaan ini diharapkan dapat menjadi sandaran yang aman, mengembalikan senyum, serta membangkitkan kembali optimisme dan masa depan anak-anak korban di tengah duka yang melanda. (syam)
















