Sejumlah Anak Baru Bakka Diciduk Polisi Rasa Jagonnya Hilang Walau Bersenjata

suasana kekerasan jalanan yang tengah diamanakan aparat kepolisian (karikatur anime)

NETSULSEL | Bone. Sedikit menggelikan, ketika sekelompok anak yang baru bakka dikota Watampone yang kerap berulah mengganggu ketertiban lingkungannya dicokok polisi. Kelompok remaja ini dicokok lansung ditempat kejadian saat Tim Patroli gabungan Brimob Batalyon C Pelopor dan Sat Samapta Polres Bone, menggelar patroli sekitar lokasi. Mereka berhasil gagalkan rencana dugaan tawuran di kawasan jalan Gunung Klabat, Sabtu (6/6/2026) malam kemarin

Delapan anak baru bakka tertangkap basah saat bersiap tawuran, bahkan disekitar tempat mereka ditangkap ditemukan berbagai senjata tajam, minuman keras, dan sejumlah unit kendaraan motor. Meski dalam keadaan masih setengah mabuk dan memiliki senjata, anak bakka ini tak berkutik menghadapi rombongan tim patroli gabungan Brimob dan Polres Bone.

Sikap pasrah ini, jauh berbeda dengan sikap mereka saat tawuran ditengah-tengah masyarakat dengan gaya arogan, sombong, kasar yang kadang diselingi ayunan senjata tajam keatas. Kelompok anak bakka seperti inilah yang kerap meneror warga dengan aksi-aksinya yang meresahkan.

Tim yang turut melibatkan Danton 3 Kompi 1 Batalyon C Brimob, Ipda Muh. Tahir, S.Sos., dan Ps. Kanit Turjawali Sat Samapta Polres Bone, Aiptu Muhammad Rasyid, Barang bukti yang diamankan berupa empat bilah parang, satu bilah sabit, tiga anak busur, satu botol minuman keras, serta lima unit sepeda motor.

Kasat Samapta Polres Bone, Kompol Muh. Tahir, S.H., mengatakan keberhasilan mencegah terjadinya tawuran ini, tak lain karena kesiapsiagaan dan respons cepat personel patroli gabungan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“ Ini patroli gabungan yang memang rutin dilaksanakan, selain untuk mencegah hal-hal seperti ini terjadi. Kami juga tidak mentoleransi lagi munculnya aksi kekerasan jalanan yang bisa mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, apalagi yang melibatkan anak-anak remaja, anak yang masih mencari jati dirinya” katanya.

Kompol Muh. Tahir juga menyatakan keprihatinananya atas keterlibatan anak baru bakka dikota Watampone dalam sejumlah kejahatan jalanan seperti teror dengan kekerasan. Menurutnya, peran orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam tindakan yang melanggar hukum.

“Ayo dong, orang tua, tokoh masyarakat (orang dewasa) yang ada disekitar mereka, dan unsur lembaga pendidikan untuk bersama-sama mengawasi pergaulan anak-anak kita. Kasihan mereka, sangat butuh diarahkan” katanya.

Setelah diamankan, mereka selanjutnya dserahkan ke SPK Polres Bone untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.(ist)