Cinta Buta Berujung Petaka, Gegara Cemburu Buta, Pria di Bone Nekat Tusuk Dada Pemuda 22 Tahun

Ilustrasi AI.

NETSULSEL | ​Bone, Cinta memang bisa bikin orang mabuk kepayang, tapi kalau sudah berubah jadi cemburu buta? nyawa bisa jadi taruhannya! Sebuah tragedi berdarah yang dipicu oleh api cemburu membara baru saja menggemparkan warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

​Seorang pria berinisial FM (32), warga Desa Matuju, gelap mata dan menghujamkan ujung badik ke dada seorang pemuda bernama Kurniawan (22). Peristiwa mencekam ini terjadi pada Minggu malam (21/6/2026) sekitar pukul 23.30 WITA di Desa Lamurukung, Kecamatan Tellu Siattinge.

Chat Rahasia Pemicu Petaka
​Berdasarkan data dari Polres Bone, emosi FM mendidih setelah ia secara tidak sengaja menemukan bukti percakapan (chat) mesra, antara istrinya dengan korban. Tak hanya itu, prasangka buruk yang mencurigai bahwa sang istri sering menghabiskan waktu bersama korban di sebuah wisma membuat hati FM makin tersayat dan dipenuhi dendam.

​Naas, takdir mempertemukan FM dan Kurniawan di jalanan Desa Lamurukung. Melihat sosok yang diduga merusak rumah tangganya, emosi FM langsung memuncak ke ubun-ubun. Tanpa komando badik pun berbicara. FM langsung menyerang dan menusuk dada sebelah kanan Kurniawan.

​Akibat luka tusukan serius di dada kanan, Kurniawan kini harus menjalani perawatan intensif di rumahnya di Dusun Salaoke. Beruntung, nyawanya masih bisa terselamatkan dari amukan senjata tajam tersebut.

​Sementara itu, pihak kepolisian tidak butuh waktu lama untuk bergerak. Begitu mendapat kabar, tim gabungan Resmob Satreskrim Polres Bone bersama Unit Opsnal Intelkam langsung melakukan perburuan kilat. Hasilnya? Pelaku FM berhasil diringkus tanpa perlawanan berarti.

​Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan S.Tr.K, S.I.K, membenarkan kejadian tersebut pada Senin malam (22/6/2026).

“Pelaku secara tidak sengaja bertemu dengan korban, pelaku emosi dan tak bisa mengendalikannya. Kemudian langsun menyerang korban menggunakan badik dan pelaku sudah diamankan serta masih menjalani pemeriksaan” jelasnya. Saat ini, FM sudah dijebloskan ke balik jeruji besi Mapolres Bone untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Catatan Edukasi: Bahayanya “Cinta” yang Salah Kaprah
​Dari kasus ini, kita diajarkan satu hal penting. Cinta yang sehat tidak pernah menggunakan kekerasan. Ketika Anda mengatasnamakan cinta atau harga diri untuk melukai orang lain, itu bukan lagi cinta, melainkan ego dan obsesi berbahaya.

​Selesaikan dengan Hukum, Bukan Senjata. Jika ada masalah perselingkuhan atau keretakan rumah tangga, hukum Indonesia menyediakan jalur perdata (perceraian) maupun pidana (perzinaan), bukan hukum rimba dengan badik.

​Yuk, lebih bijak dalam mengelola emosi dan asmara. Jangan sampai cinta membuat kita kehilangan akal sehat!