BREAKING NEWS: Misteri Kematian Tragis Sopir Angkut di Makassar, Beban Hidup Apa yang Seret Korban ke Jalan Pintas?

jenasah F (33) yang dievakuasi aparat kepolisian

NETSULSEL | Makassar,  Suasana siang yang terik di kawasan Lantebung, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, mendadak berubah mencekam pada Kamis, 29 Oktober 2026. Warga sekitar digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah rumah yang terbengkalai.

​Korban belakangan diketahui berinisial F (33), yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkut barang. Ia ditemukan tak bernyawa di sebuah bangunan belum jadi di Jalan Lantebung, Lorong Mattoanging 4, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea.

​Titik Nadir Seorang Pencari Nafkah: Mengapa Harus Bunuh Diri?

​Di balik sunyinya bangunan yang belum rampung tersebut, tersimpan sebuah tragedi kemanusiaan yang memilukan. Sebagai seorang sopir angkut barang—profesi yang menuntut tenaga ekstra dengan penghasilan yang kerap tidak menentu di tengah gelombang tekanan ekonomi modern—F diduga kuat telah berada di ujung tanduk keputusasaan.

​Pertanyaan besar yang kini menghantui benak publik dan penyidik: Seberapa berat beban hidup yang harus dipikul F hingga ia merasa jalan pintas adalah satu-satunya pelarian?

​Dalam dunia kriminalitas dan sosiologi perkotaan, kasus bunuh diri di kalangan pekerja informal seperti sopir sering kali menjadi puncak dari gunung es masalah berlapis: mulai dari himpitan utang, tekanan finansial keluarga, hingga kesehatan mental yang terabaikan tanpa tempat mengadu. Korban memilih menyudahi penderitaan di tempat sunyi, menyisakan tanda tanya besar dan luka mendalam bagi orang-orang terdekatnya.

​Evakuasi dan Penyelidikan Kepolisian

​Peristiwa mengerikan ini langsung dikonfirmasi oleh aparat penegak hukum setempat. Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Ismail, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, membenarkan adanya insiden penemuan jasad tersebut.

​“Saat ini jasad korban telah dievakuasi menuju Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan medis lebih lanjut,” ungkap Iptu Ismail singkat.

​Pihak kepolisian kini tengah mendalami motif di balik aksi nekad korban. Penyelidikan intensif terus dilakukan oleh Polsek Tamalanrea guna menguak apakah ada faktor tekanan eksternal, masalah keluarga, atau krisis finansial akut yang memicu F nekat gantung diri. (sulMang)

​Catatan Redaksi: Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, tekanan mental, atau depresi, segera cari bantuan profesional atau hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat.