Aksi Teror Genk Motor di Tanjung Bunga Berujung Amuk Massa, Motor Pelaku Dibakar

motor salah satu anggota genk motor yang meneror warga menjadi sasaran amukan massa. (foto hasil potongan video yang diolah AI)

NETSULSEL | Makassar, Kawasan Tanjung Bunga, tepatnya di sekitar area Pantai Biru hingga menjelang Trans Rolling Hills, diwarnai ketegangan malam ini. Sekelompok pengendara motor yang diduga merupakan anggota genk motor melakukan aksi penyerangan menggunakan anak panah (busur) terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol).

​Kronologi Kejadian
​Aksi Penyerangan: Peristiwa bermula saat korban yang tengah berkendara di posisi paling depan melihat sekelompok pemotor menggeber-geber kendaraannya di jalan. Korban sempat memperlambat laju motornya dan menepi untuk memberikan jalan kepada kelompok tersebut. Namun, saat mereka melintas, salah satu pelaku secara tiba-tiba melepaskan anak panah (busur) ke arah korban.

​Pengejaran Pelaku: Tidak terima dengan tindakan arogan tersebut, korban bersama rekan-rekannya langsung melakukan pengejaran saat para pelaku kabur mengarah keluar kota menuju Makassar. Dari sekitar lima unit motor kelompok pelaku, korban berfokus mengejar satu motor yang kendaraannya paling kencang melarikan diri.

​Kecelakaan dan Amuk Massa: Pelaku yang panik akibat kondisi jalan yang macet berusaha berbalik arah dan melanggar aturan lalu lintas. Karena kepanikan tersebut, motor pelaku akhirnya menabrak warga di jalan. Akibat insiden kecelakaan itu, pelaku terjatuh dan langsung diamankan serta menjadi sasaran amuk massa (di-massa) di lokasi kejadian.

​”Dia sempat melanggar, oh karena panik, iya. Panik karena macet. Dia balik ke arah, melanggar, tabrak mi orang. Tabrak orang, jatuh, di-massa mi,” ungkap korban saat memberikan keterangan di sekitar lokasi pos polisi.

​Situasi Terkini
​Sebelum insiden pengejaran terjadi, korban diketahui baru saja selesai mengantar pesanan pelanggan. Beruntung, situasi di lokasi kejadian segera mendapat perhatian aparat kepolisian setempat bersama warga untuk meredam eskalasi konflik lebih lanjut. (sulmangun)