Dua Petugas Damkar Terluka Saat Bertugas Jinakkan Api Dalam Peristiwa Kebakaran 16 Rumah di Jalan Teuku Umar

Andi, Salah satu Petugas Damkar Kota Mkassar yang mengalami luka saat bertugas. Selain Andi, Fatullah juga terluka dilokasi yang sama.

NETSULSEL | Makassar, Si jago merah mengamuk dan menghanguskan kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Teuku Umar, tepatnya di sekitar Lorong 6 dan Lorong 7, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada Selasa siang (13/10/2026). Sebanyak 16 unit rumah dilaporkan luluh lantak dalam insiden tersebut.

​Di balik kerja keras menjinakkan amukan api, dua orang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar dilaporkan mengalami luka-luka saat berjibaku di lokasi kejadian.

​Petugas pertama bernama Andi, mengalami luka pada bagian leher akibat tertetesi lelehan plastik yang terbakar saat nekat menerobos masuk ke area rumah yang terbakar. Sebagian besar bangunan semipermanen di lokasi tersebut memang memiliki dinding yang diperkuat dengan bahan vinyl plastik yang biasa dipakai untuk pembuatan baliho, sehingga mempercepat lelehan material panas saat terbakar.

​Sementara itu, petugas kedua bernama Fatullah, mengalami insiden tertusuk paku di lokasi yang sama. Paku berukuran besar yang tertancap di sisa-sisa kayu yang habis terbakar menembus sepatu dinas yang dikenakannya.

​Setelah proses pemadaman selesai, baik Andi maupun Fatullah langsung kembali ke posko masing-masing untuk beristirahat. Andi kembali ke Markas Komando Damkar Kota Makassar di Jalan Ratulangi, sedangkan Fatullah kembali ke Posko Damkar Ujung Tanah. Keduanya memilih melakukan pengobatan secara mandiri karena luka yang dialami dinilai tergolong ringan.

​Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Makassar, Andi Fadli Wellang, membenarkan adanya dua personil yang mengalami luka-luka saat menjalankan tugas penyelamatan tersebut.

​”Betul, ada dua petugas kami yang terluka. Saat ini keduanya sudah kembali ke posko masing-masing dan melakukan pengobatan secara mandiri karena lukanya tergolong ringan dan tidak membahayakan. Meski terluka, mereka tetap berkomitmen dan akan tetap melanjutkan tugas-tugasnya secara profesional,” ujar Andi Fadli Wellang.

​Kronologi dan Kendala Pemadaman
​Berdasarkan data sementara di lapangan, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 13.15 WITA. Kondisi bangunan yang sebagian besar berupa rumah semipermanen serta jarak antar-rumah yang sangat rapat membuat api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Tiupan angin yang cukup kencang di lokasi kejadian turut mempercepat perambatan api, memicu kepanikan massal di tengah warga setempat.

​”Api awalnya terlihat membesar dari salah satu rumah warga di bagian tengah lorong, lalu dengan cepat merembet karena rumah-rumah di sini berdekatan dan banyak yang dari kayu,” ujar Ahmad (42), salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.

​Petugas Pemadam Kebakaran Kota Makassar yang menerima laporan darurat langsung mengerahkan belasan armada ke lokasi kejadian. Personil pemadam sempat mengalami sedikit kendala akibat akses jalan yang sempit serta padatnya warga yang berkerumun menyaksikan proses pemadaman. Namun, berkat kesigapan petugas gabungan dan bantuan warga sekitar, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam untuk mencegah api meluas ke permukiman lain.

​Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Kendati demikian, dugaan awal mengarah pada korsleting atau arus pendek listrik dari salah satu rumah warga.

​Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa nahas ini. Kendati demikian, insiden tersebut menyebabkan kerugian materil yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) kini kehilangan tempat tinggal dan untuk sementara waktu harus mengungsi ke tempat kerabat terdekat atau posko darurat yang didirikan di sekitar lokasi.

​Pemerintah setempat bersama unsur tripika kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar dikabarkan tengah menyiapkan pendirian posko pengungsian serta bantuan logistik darurat bagi para korban terdampak.(ita)