FIKP Unhas Lanjutkan Pengembangan Rumput laut Melalui Teknologi Pengkayaan di Tahun Kedua

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan Program Hilirisasi Riset Budidaya Rumput Laut bertajuk ”Model Akuakultur Ulva lactuca Berbasis Immuno-Culture untuk Optimalisasi Produktivitas Skala Industri”. Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi budidaya rumput laut Desa Punaga, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar

NETSULSEL | Takalar, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan Program Hilirisasi Riset Budidaya Rumput Laut bertajuk ”Model Akuakultur Ulva lactuca Berbasis Immuno-Culture untuk Optimalisasi Produktivitas Skala Industri”. Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi budidaya rumput laut Desa Punaga, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Jumat (14/08).

Ketua Tim Pelaksana, Dr Marlina Achmad SPi MSi menjelaskan kegiatan ini merupakan tahun kedua dari pengembangan bibit rumput laut berjenis Ulva. Ia menyebut, model pertama dari pengembangan rumput laut ini berfokus pada menemukan model pengembangan yang cocok untuk kebutuhan budidaya.

Marlina mengutarakan, pada tahun kedua, program pengembangan berfokus pada produksi dalam segi jumlah dengan kualitas. Menurutnya, program ini merupakan jawaban dari permasalahan mitra terhadap kuantitas dan kualitas dari rumput laut.

“Pengembangan Ulva ini kita menggandeng syarat mitra yang sudah siap untuk mengekspor,” ujarnya.

Marlina berharap pengembangan Ulva dapat dikenal dan dijangkau lebih luas lagi sebab jenis rumput laut ini masih kurang dikenal. Ia juga berharap Ulva dapat menjadi alternatif untuk kegiatan budidaya rumput laut di Indonesia, khususnya di Kabupaten Takalar.

Salah satu perwakilan mitra dari PT Celebes Berkah Niaga, Muhammad Idris berharap adanya bentuk kerja sama dari awal hingga akhir program hingga dapat menghasilkan produk yang layak untuk di ekspor. Ia juga berharap semua hasil dari pengabdian ini dapat bermanfaat dan memberikan keuntungan bagi PT Celebes Berkah Niaga.

Kepala Desa Punaga, Syarifuddin Dg Sore berharap program ini dapat memberikan nilai jual yang lebih tinggi dan nantinya bakal berdampak kepada masyarakat desa. Sebab, selama ini masyarakat desa tidak memperhatikan kualitas dari rumput laut itu sendiri.

“Mudah-mudahan dengan adanya program ini, masyarakat bisa lebih sadar dan bisa memaksimalkan bagaimana cara agar supaya pengelolaan rumput laut bisa lebih bersih dan harganya bisa lebih tinggi,” ungkapnya.(qas)