
NETSULSEL | Bulukumba, Masalah penurunan kualitas dan kelangkaan bibit rumput laut yang kerap dikeluhkan para pembudidaya mendapat perhatian serius dari akademisi. Program Studi (Prodi) Budidaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menggagas program pengadaan kebun bibit rumput laut.
Langkah solutif ini mulai disosialisasikan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar di Gedung Ammatoa, Desa Kalumeme, Kabupaten Bulukumba, pada Minggu (12/7).
Inovasi Hadapi Cuaca Ekstrem dan Penurunan Kualitas Bibit
Ketua Prodi Budidaya Perairan FIKP Unhas, Dr. Andi Aliah Hidayani, S.Si., mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari kondisi riil di lapangan. Selama ini, para pembudidaya sering kali terpaksa menggunakan bibit yang kualitasnya terus menurun dari waktu ke waktu.
”Saat ini kegiatannya masih pada tahap awal berupa diseminasi atau pengenalan metode pengembangan bibit. Harapannya, ke depan kita bisa segera merealisasikan pembuatan kebun bibit percontohan,” ujar Aliah.
Selain masalah kualitas, kelangkaan bibit akibat cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan juga menjadi tantangan besar, terutama pada bulan-bulan tertentu seperti Desember. Kehadiran kebun bibit ini diproyeksikan menjadi jawaban agar pasokan bibit tetap stabil sepanjang tahun tanpa bergantung pada faktor cuaca.
Strategi antisipasi yang disiapkan adalah memacu produksi bibit sebelum musim cuaca ekstrem tiba. Dengan demikian, para petani rumput laut akan selalu memiliki stok bibit yang siap tanam.
Mengapa Bulukumba Jadi Pilihan?
Pemilihan Kabupaten Bulukumba sebagai lokasi pusat pengabdian dan proyek percontohan (pilot project) ini bukan tanpa alasan. Bulukumba dikenal memiliki potensi geografis yang sangat strategis.
Beberapa alasan utama pemilihan lokasi ini antara lain:
Sentra Budidaya: Bulukumba merupakan salah satu daerah sentralisasi utama budidaya rumput laut di Sulawesi Selatan, bersanding dengan Kabupaten Takalar dan Bantaeng.
Kualitas Perairan: Kondisi dan kualitas perairan di Bulukumba dinilai sangat bersih dan mendukung optimalisasi program pembibitan.
Sinergi untuk Keberlanjutan Produksi
Program pengabdian masyarakat ini tidak berjalan sendiri. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah resmi disepakati antara Prodi Budidaya Perairan FIKP Unhas dengan Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan setempat, Dani Susanto.
Melalui sinergi kuat antara akademisi dan pemerintah daerah ini, kualitas serta kuantitas produksi rumput laut di Kabupaten Bulukumba diharapkan dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan. (ist)













