Jalan Kakatua II Lengang Ditinggal Mengungsi Warganya, Belasan Rumah Rusak Diserang Massa Usai Pemakaman, Satu Warga masih Kritis di Rumah Sakit

rumah-rumah warga dijalan kakauta II yang sudah diobrak abrik keluarga korban tewas dan warga jalan kakatua III

NETSULSEL | ​Makassar, Situasi di kawasan Jalan Kakatua II dan Jalan Kakatua III, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, terpantau relatif kondusif namun mencekam. Suasana di Jalan Kakatua II tampak sangat lengang setelah seluruh penghuni di lorong tersebut memutuskan untuk mengungsi dan meninggalkan rumah mereka sejak Kamis pagi (5/11/26) kemarin

​Ekskalasi ini terjadi menyusul bentrokan maut antarkelompok warga yang menelan korban jiwa serta meninggalkan luka serius bagi warga lainnya.

​Warga Mengungsi Ketakutan Akibat Isu Penyerangan
​Kekosongan pemukiman di Jalan Kakatua II terjadi karena para warga memilih mengamankan diri setelah mengetahui bentrokan sebelumnya menimbulkan korban jiwa dan luka parah dari pihak Jalan Kakatua III.

​Salah seorang warga yang berada tak jauh dari lokasi bentrok ini, Aisyah (13), mengungkapkan bahwa warga di lorong tersebut sudah mulai meninggalkan rumah sejak Kamis pagi.

​”Warga lorong dua memang sudah tinggalkan rumah iyye waktu hari kamis pagi sebelum penyerangan. Mereka dapat info kalau keluarga korban dan warga Jalan Kakatua III akan menyerang ke lorong dua habis Irwan Asiz (49) dikuburkan,” ujar Aisyah.

​Amuk Massa Usai Pemakaman Korban Tewas
​Ketakutan warga terbukti setelah situasi kembali memanas pascalemparan duka mendalam. Jenazah salah satu korban jiwa, Irwan Azis (49) yang berprofesi sebagai buruh harian, dimakamkan pada Kamis sore usai salat Asar.

​Nahas, sekembalinya rombongan keluarga korban dan warga Jalan Kakatua III dari tempat pemakaman, massa mengamuk dan melakukan perusakan terhadap belasan rumah warga di Jalan Kakatua II. Tindakan tersebut merupakan bentuk pelampiasan amarah atas meninggalnya Irwan Azis serta kondisi Fadli (25) yang hingga kini masih kritis dan belum sadarkan diri di rumah sakit. Diketahui, baik Irwan maupun Fadli sama-sama terkena anak panah (busur) saat bentrokan pecah.

​Rekapitulasi Bentrokan Maut dan Korban Aparat
​Konflik berdarah ini pertama kali meletus pada Rabu malam (4/11/2022) sekitar pukul 23.50 WITA, melibatkan pertikaian massal antarkelompok warga.

​Bentrokan dengan eskalasi tinggi yang melibatkan aksi saling lempar batu dan penggunaan senjata tajam jenis anak panah (busur) tersebut mengakibatkan:

​Korban Jiwa: Irwan Azis (49) tewas akibat luka tusuk senjata tajam jenis anak panah pada bagian leher.

​Korban Kritis: Fadli (25) mengalami luka serius akibat busur dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

​Korban dari Aparat: Kapolsek Mamajang, AKP Tri Wahyu Husada Andromeda, ST, yang memimpin langsung upaya pembubaran massa pada pukul 00.00 WITA, turut menjadi korban setelah betis sebelah kanannya tertancap anak busur dari pihak yang bertikai.

​Respon dan Penanganan Tegas Kepolisian
​Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar, sebelumnya telah mengonfirmasi insiden perkelahian kelompok yang berujung pada jatuhnya korban jiwa dan korban luka, baik dari unsur warga maupun kepolisian.

​”Benar telah terjadi perkelahian kelompok di wilayah Mamajang yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia akibat luka tusuk, serta korban luka dari warga dan anggota kepolisian yang saat itu berupaya membubarkan massa di lokasi kejadian,” tegas AKP Jafar.

​Guna meredam potensi bentrokan susulan pascapenyerangan rumah warga oleh massa usai pemakaman, kekuatan penuh langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Personel gabungan dari Jatanras Polrestabes Makassar, Satuan Brimob, dan Sat Samapta yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polrestabes Makassar, Kompol Eddy Sumantri, S.Sos., M.M., dikerahkan untuk menguasai situasi dan memperketat penjagaan.

​Saat ini, Tim Jatanras bersama Satreskrim Polrestabes Makassar terus mendalami kasus ini, mengantongi identitas para provokator, serta memburu pihak-pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian eskalasi berdarah di Kecamatan Mamajang. (baba)