Ritual Ganrang Pui-Pui Warnai Pencarian Remaja Tenggelam di Mata Air Tombolo Maros

screen shoot video amatir, dipertajam AI (bisa bikin kesalahan)

NETSULSEL | ​Maros, Memasuki malam kedua pencarian remaja yang dilaporkan hilang tenggelam di Dusun Tombolo, Desa Toddolimae, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, tim SAR gabungan tak hanya berpacu dengan waktu dan derasnya arus air, tetapi juga diselimuti nuansa mistis kearifan lokal.

​Proses pencarian terhadap korban berinisial D (15) yang hilang sejak Kamis (24/9/2026) siang tersebut diwarnai dengan digelarnya ritual tradisional berupa penabuhan Ganrang Pui-Pui oleh warga setempat pada Jumat (25/9/2026) malam. ​Kapolsek Tompobulu, Iptu Jumaruddin, mengonfirmasi bahwa hadirnya prosesi adat tersebut bermula dari peristiwa tak biasa yang dialami oleh salah satu anggota keluarga korban di lokasi kejadian.

​”Ganrang Pui-Pui didatangkan setelah salah satu anggota keluarga korban mengalami kesurupan. Saat kerasukan, muncul suara yang dipercayai oleh masyarakat setempat sebagai petunjuk yang harus diikuti demi menemukan keberadaan korban,” ujar Iptu Jumaruddin saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2026) malam.

​Sinergi Tim Gabungan Lakukan Penyisiran
​Meskipun diwarnai upaya spiritual dari pihak keluarga dan warga lokal, operasi SAR secara teknis terus diintensifkan secara profesional. Puluhan personel gabungan dikerahkan untuk menyisir area mata air hingga aliran sungai terdekat.

​Iptu Jumaruddin, yang juga mantan Kanit Intelkam Polsek Bontoala Polrestabes Makassar tersebut, menjelaskan bahwa pencarian melibatkan berbagai unsur lintas instansi dan relawan.

​”Kami dari Polsek Tompobulu bersama Basarnas Gabungan (Maros dan Makassar), Damkar Kabupaten Maros, potensi SAR perguruan tinggi dari UNHAS, UMI, dan UNM, serta rekan-rekan Pramuka dan berbagai komunitas relawan terus berupaya maksimal di lapangan,” jelasnya.

​Kronologi Kejadian
​Kejadian naas tersebut bermula pada Kamis, 24 September 2026, sekitar pukul 14.30 WITA. Korban D (15) bersama beberapa rekannya diketahui tengah mencari ikan di sekitar lokasi kolam mata air Dusun Tombolo.

​Namun, korban diduga terpeleset atau terseret arus dalam mata air tersebut hingga akhirnya hilang tenggelam dan tak kunjung muncul ke permukaan. Rekan korban yang melihat kejadian itu langsung meminta bantuan warga sekitar sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian dan Basarnas.

​Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan bersama warga dan pemerintah desa setempat masih terus berjaga serta melanjutkan upaya penyisiran di sekitar lokasi kejadian. (syam)