Jalur Afirmasi Daerah Unhas: Seleksi Mahasiswa Sebagai Instrumen Pembangunan SDM Sulawesi Tengah

Akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas sejatinya bukan sekadar arena kompetisi akademik, melainkan jembatan emas untuk merajut masa depan daerah yang lebih cerah dan inklusif. Melalui visi mulia tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengukuhkan implementasi Jalur Afirmasi Daerah. Kebijakan ini hadir bukan hanya sebagai pola seleksi masuk perguruan tinggi konvensional, melainkan sebagai manifestasi nyata dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang terarah, berkeadilan, dan menyentuh langsung akar kebutuhan wilayah.

NETSULSEL | Palu, Akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas sejatinya bukan sekadar arena kompetisi akademik, melainkan jembatan emas untuk merajut masa depan daerah yang lebih cerah dan inklusif. Melalui visi mulia tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengukuhkan implementasi Jalur Afirmasi Daerah. Kebijakan ini hadir bukan hanya sebagai pola seleksi masuk perguruan tinggi konvensional, melainkan sebagai manifestasi nyata dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang terarah, berkeadilan, dan menyentuh langsung akar kebutuhan wilayah.

​Langkah strategis ini diperkuat dalam kunjungan resmi delegasi Unhas yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Muhammad Ruslin, bersama Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian, Prof. Ir. Suharman Hamzah, menuju Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Pertemuan tingkat tinggi yang diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Arniwaty Lamadjido, menegaskan komitmen kedua institusi dalam menyelaraskan dunia akademik dengan arah pembangunan wilayah. Program ini merespons kebutuhan mendesak akan hadirnya tenaga profesional di sektor kepemerintahan, kesehatan, teknologi, pertanian, hingga kelautan yang disesuaikan dengan keunggulan lokal masing-masing kabupaten.

Jalur Afirmasi Daerah merupakan bentuk komitmen Unhas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah sekaligus mendukung program unggulan Pemprov, ‘Berani Cerdas’, yang berfokus pada perluasan akses pendidikan tinggi. Pendekatan ini memungkinkan pendidikan tinggi menjadi lebih responsif terhadap tantangan pembangunan lokal,” ungkap Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D.

​Kerja sama lintas sektor ini bergerak melampaui batas ruang kelas, dengan mengintegrasikan pendidikan dengan riset aplikatif, pengabdian masyarakat, peningkatan aparatur, hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Unhas membuka pintu lebar bagi putra-putri daerah di berbagai jenjang, mulai dari sarjana hingga spesialis dan doktor, guna mempersiapkan ahli yang siap pulang membangun daerah asal mereka. Program afirmasi yang telah menyentuh berbagai kabupaten seperti Banggai, Parigi Moutong, hingga Sigi ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi mampu beradaptasi secara dinamis demi mengakselerasi potensi daerah di Sulawesi Tengah.

​”Kolaborasi dengan Unhas membuka peluang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Tengah untuk mengakses pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan tenaga profesional yang akan berkontribusi pada pembangunan daerah,” sambut dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes.

Keterlibatan aktif sekitar 30 kepala SMA dan SMK dari berbagai penjuru wilayah Sulawesi Tengah dalam sosialisasi program ini menjadi motor penggerak utama dalam menyebarkan optimisme kepada generasi muda di pelosok daerah. Melalui sinergi erat antara sekolah, pemerintah daerah, dan universitas, hambatan geografis serta keterbatasan informasi yang selama ini membelenggu talenta-talenta lokal dapat dikikis secara perlahan namun pasti. Langkah ini memastikan bahwa kesempatan mengenyam pendidikan terbaik di universitas top nasional kini berada dalam jangkauan nyata bagi anak-anak daerah.

​Pada akhirnya, Jalur Afirmasi Daerah mengukuhkan peran perguruan tinggi sebagai instrumen kemanusiaan dan pembangunan yang transformatif. Dengan mempertemukan kebutuhan lokal dan keunggulan akademik, kemitraan strategis antara Unhas dan Provinsi Sulawesi Tengah menjadi role model nyata bagaimana kesenjangan akses pendidikan dapat dipangkas secara substansial. Ini adalah kisah tentang melahirkan talenta yang relevan, menegakkan keadilan sosial, dan memastikan bahwa setiap anak bangsa, dari mana pun asalnya, memiliki hak yang sama untuk memimpin estafet pembangunan bangsa. (ist)