
NETSULSEL | Bone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dihadapkan pada eskalasi bencana kebakaran yang cukup tinggi. Dalam rentang waktu tiga hari terakhir, tercatat sebanyak sepuluh peristiwa kebakaran meluas di berbagai wilayah, mulai dari kawasan lahan gunung, kebun, hingga permukiman warga yang menghanguskan rumah penduduk.
Berdasarkan data penanganan resmi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bone mencatat dan menangani delapan kejadian kebakaran dalam sehari pada Senin, 19 Oktober 2026. Peristiwa tersebut meliputi kebakaran sampah, lahan, kandang ayam, hingga insiden yang menghanguskan dua unit rumah warga.
Rincian titik-titik krusial peristiwa kebakaran selama periode tersebut meliputi:
Desa Passippo, Kecamatan Palakka: Kebakaran yang berdampak langsung terhadap tempat tinggal warga, di mana api menghanguskan dua unit rumah penduduk.
Kecamatan Palakka: Mencakup kebakaran sampah di Dusun Jarongkong (Desa Panyili), kebakaran lahan di Desa Ureng, serta penanganan titik api di wilayah sekitar.
Kecamatan Tanete Riattang Barat: Kebakaran lahan di Lingkungan Attangpasareng (Kelurahan Watang Palakka) dan Lingkungan Seppae (Kelurahan Mattirowalie).
Kecamatan Awangpone: Kebakaran lahan di Dusun Lemo, Desa Carebbu, di mana pohon yang terbakar kemudian tumbang dan menimpa bangunan masjid.
Kecamatan Libureng & Lappariaja: Kebakaran lahan masing-masing di Dusun Lemo (Desa Swadaya) dan Desa Waekecce’e.
Kecamatan Sibulue: Kebakaran kandang ayam di Jalan Mawar, Kelurahan Maroanging.
Kawasan Gunung dan Lahan Tambahan: Termasuk laporan dua titik lahan di area pegunungan Desa Pasempe (Kecamatan Palakka) serta kebakaran kawasan gunung di Desa Pasippo (Kecamatan Ulaweng).
Kutipan dan Apresiasi Pimpinan Damkarmat
Menghadapi tingginya intensitas insiden di lapangan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Dra. Hj. A. Yuliati, M.H., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel Satuan Tugas (Satgas) Damkarmat yang bergerak cepat mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas meski di tengah berbagai risiko.
“Atas nama pribadi dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian,” ujar Yuliati.
Ia juga mendoakan agar segala risiko dan keringat yang ditujukan untuk melindungi keselamatan masyarakat bernilai ibadah, serta berpesan agar para petugas senantiasa menjaga keselamatan dan kekompakan.
“Semoga setiap langkah pengabdian, setiap keringat yang menetes, dan setiap risiko yang dihadapi dalam melindungi masyarakat bernilai ibadah. Tetap jaga kesehatan, keselamatan, kekompakan, dan semangat dalam bertugas. Keluarga di rumah menanti kepulangan kalian dengan selamat,” tambahnya.
Penyebab dan Imbauan Kewaspadaan
Lonjakan peristiwa kebakaran ini dipicu oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem serta aktivitas manusia di tengah musim kemarau. Kondisi cuaca panas membuat vegetasi, ilalang, dan lahan kosong menjadi sangat kering dan mudah tersulut api. Selain itu, faktor kelalaian seperti pembakaran sampah sembarangan dan pembukaan lahan dengan cara membakar turut memperparah situasi.
Hingga laporan ini dihimpun, dipastikan tidak ada korban jiwa dari rangkaian insiden tersebut, meski kerugian material dan kerusakan ekosistem cukup signifikan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan potensi titik api kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara cepat. (baba)















