
NETSULSEL | Jakarta, Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah sukses memicu ketegangan. Kebijakan ini langsung diamuk oleh para mitra yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) dibeberapa daerah termasuk Gapembi kota Makassar. Para mitra Emosional karena dapur operasional dan pendapatan mereka terancam terganggu, para pengusaha pun melayangkan protes keras.
Namun, BGN tak tinggal diam dan langsung pasang badan! Wakil Kepala BGN sekaligus juru bicara, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa menyenangkan semua orang demi menyelamatkan anggaran negara.
”Sebuah kebijakan itu tidak mungkin menyenangkan semua pihak. Tapi kita melihat tujuan dari program itu apa, kemudian efisiensi anggaran untuk sesuatu yang lebih besar,” tegas Agustina dalam konferensi pers beberapa saat lalu.
Agustina menilai, sangat tidak masuk akal jika negara harus tetap membayar miliaran rupiah ketika operasional di lapangan sedang libur total selama 18 hari.
”Jadi rasanya fair ketika memang tidak beroperasi, no service ya no pay. Itu sesuatu yang memang wajar. Tidak masuk akal sesuatu yang Rp6 juta per hari padahal servisnya tidak diberikan,” sindir Agustina menohok.










