
NETSULSEL | Makassar, Perjuangan melawan korupsi tidak hanya terjadi di ruang sidang atau meja penyidikan, tetapi juga di mimbar-mimbar akademik tertinggi. Semangat perjuangan inilah yang membakar sosok advokat senior Makassar, Mochtar Djuma, hingga sukses merebut gelar Doktor Ilmu Hukum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Jumat (3/07/2026).
Bukan sekadar formalitas akademik, Mochtar berhasil mempertahankan disertasinya yang berani dan visioner berjudul “Pembaruan Sistem Sanksi Pidana Minimal dalam Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi” dalam ujian tertutup yang krusial di Fakultas Hukum Unhas.
Mendobrak Celah Hukum, Menawarkan “Power” Baru Melawan Koruptor
Lewat kajian akademik yang mendalam dan tajam, anggota Peradi Profesional ini menyoroti isu paling strategis di negeri ini: efektivitas sistem pemidanaan korupsi yang selama ini dinilai kurang menggigit.
Mochtar tidak tinggal diam melihat realitas hukum saat ini. Ia secara berani menawarkan sebuah gagasan pembaruan (reformasi) terhadap sistem sanksi pidana minimum. Tujuannya tegas dan penuh kekuatan (powerful):
Menutup celah hukum agar menciptakan kepastian yang absolut.
Menghadirkan rasa keadilan yang nyata bagi masyarakat yang dirugikan.
Meningkatkan daya getar dan daya cegah (efek jera) yang jauh lebih masif terhadap para pelaku praktik korupsi.
Ditempa oleh Para Pakar Hukum Terkemuka
Perjalanan meraih gelar tertinggi ini tentu tidak instan. Langkah Mochtar diuji dan ditempa oleh deretan akademisi papan atas Fakultas Hukum Unhas.
Proses intelektualnya dibimbing langsung oleh tim promotor tangguh yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. M. Said Karim, S.H., M.H., M.Si., CLA selaku Promotor, dan didampingi oleh Dr. Wiwie Heryani, S.H., M.H. sebagai Ko-Promotor.

Ketajaman argumen Mochtar juga diuji langsung oleh tokoh hukum nasional, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H. yang bertindak sebagai Penilai Eksternal, bersama jajaran penguji internal yang memberikan masukan ilmiah kritis demi menyempurnakan mahakarya hukum tersebut.
Resmi Menyandang Gelar Doktor: Sebuah Dedikasi Nyata
Ketukan palu yudisium pasca-ujian menandai bahwa seluruh proses perjuangan akademik Dr. Mochtar Djuma telah memenuhi standar tertinggi yang ditetapkan oleh Unhas. Kini, ia resmi menyandang gelar Doktor di bidang Ilmu Hukum dan siap melangkah ke prosesi wisuda.
”Keberhasilan ini adalah bukti nyata komitmen tanpa batas dari seorang Mochtar Djuma dalam mengembangkan keilmuan hukum, khususnya di garda depan hukum pidana dan pemberantasan korupsi.”
Gelar doktor yang kini melekat di depan namanya bukan sekadar pencapaian atau pajangan prestise pribadi. Ini adalah sebuah “amunisi” baru dan kontribusi nyata bagi reformasi sistem peradilan pidana, pembentukan kebijakan publik yang lebih bersih, serta pengembangan ilmu hukum di Indonesia.
Apresiasi Tinggi untuk Almamater
Usai dinyatakan lulus dengan hasil gemilang, Dr. Mochtar Djuma menyampaikan rasa hormat, apresiasi, dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim promotor, penguji, serta seluruh civitas akademika Fakultas Hukum Unhas. Bagi Mochtar, ilmu dan pengalaman berharga yang didapatnya di Unhas akan menjadi bahan bakar utama untuk terus memperjuangkan keadilan hukum di Indonesia. (ita)











