Nekat Nyolong 4 Ayam Bangkok Milik Polisi Demi Cuan, Remaja Jeneponto Ini Malah Kena “Door” Petugas Saat Coba Ngacir!

sletsa dengan imajinasi AI (hanya pemanis)

NETSULSEL |​ Jeneponto. Remaja bernama NP (19) ini mungkin otaknya korslet, Ia tampaknya salah memilih profesi dan lawan. Berharap dapat uang jajan instan dari menjual ayam bangkok jenis ayam balap orang lain, pemuda asal Arungkeke ini malah nekat membobol kandang ayam milik Syamsu Alam (40) yang tak lain adalah seorang anggota Polri.

​Kejadian berawal pada Rabu dini hari (2/9/2026) lalu, di BTN Graha Alfamas, Binamu. Suasana malam yang sepi bak kuburan dimanfaatkan NP bersama rekannya SL (yang kini jadi buronan dan pusing sendiri), untuk melancarkan aksi “gerilya” kandang. Modusnya simpel tapi nekat: menyusup kegelapan, mengembil 4 ekor ayam bangkok super tanpa permisi, lalu kabur santai.

​Apes bagi NP, ayam bangkok yang dia embat bukanlah sembarang ayam. Ayam bangkok balap yang kerap ikut kompetisi yang top. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp4.000.000 rupiah, sebuah harga yang sukses bikin kantong korban menjerit. Begitu korban terbangun dan mendapati kandangnya mendadak sepi melompong, laporan pengaduan langsung mendarat mulus di Polres Jeneponto.

​Usai terima laporan, berlanjut menjadi penyelidikan hingga Sabtu malam (5/9/2026). Tim URC Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto yang dipimpin Aiptu Abd Rasyad, lansung mengetahui identitas pelaku berdasarkan hasil curiannya yang dikenal. Keterangan diperoleh, tim anti bandit ini langsung mengejar dan sukses mencium keberadaan NP di kawasan Bulo-bulo, Kecamatan Arungkeke. Tanpa butuh waktu lama, NP berhasil diringkus tanpa sempat pamitan pada ayam-ayamnya. Dari tangan pelaku, polisi menyita 1 ekor ayam jantan sebagai barang bukti bisu yang belum sempat dikomersilkan.

​Saat diinterogasi di posko, NP yang masih berusia belia ini mengaku nekat bertualang dari kandang ke kandang demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ternyata, aksi di BTN Graha Alfamas bukanlah petualangan pertamanya, NP tercatat sudah sering keliling kampung khusus memburu ayam milik warga.

​Namun, drama belum selesai. Saat pengembangan kasus untuk mencari rekannya dan barang bukti lain, NP mendadak bertingkah ala atlet lari marathon dan berusaha kabur dengan memanfaatan kelalaian petugas. Peringatan keras tak digubris, saat tengah lari sprint, membuat Tim Pegasus terpaksa mengarahkan “tindakan tegas dan terukur” alias menembak kaki pelaku agar berhenti berlari.

​Kini, NP harus mendekam manis di balik sel Polsek/Polres Jeneponto sambil meratapi nasib dan kakinya yang tertembak. Alih-alih mendapat modal harian dari hasil jualan 4 ekor ayam bangkok, NP justru terancam hukuman berat berdasarkan Pasal 476 KUHP tentang pencurian. Petugas kini masih terus memburu SL yang mendadak hilang ditelan bumi.

Pojok Hukum Ala NETSUlSEL: Tips Biar Enggak Ditembak Tim Pegasus

  • Ayam Bangkok Punya Intel: Jangan pernah sentuh ayam bangkok di kampung orang, apalagi milik polisi. Ayamnya mungkin Cuma berkokok, tapi yang punya bisa bikin kaki kamu dikasih “hadiah” timah panas.
  • Kalkulasi Bisnis Kejahatan yang Rugi Total: Nyolong 4 ekor ayam harga 4 juta demi uang jajan sehari-hari itu strategi finansial terburuk. Untung cuma ratusan ribu, tapi bayar obat luka tembak dan biaya penjara jauh lebih mahal.
  • Hukum Lari dari Polisi: Kalau sudah ditangkap, duduk manis saja. Mencoba adu lari lawan Tim URC Pegasus saat pengembangan kasus cuma akan membuktikan satu hal: kecepatan peluru selalu menang dibanding kecepatan sandal jepit.
  • Pasal 476 KUHP Baru Itu Nyata: Menginap gratis di sel penjara akibat pencurian itu enggak ada fasilitas room service-nya. Mending ternak ayam sendiri dari modal jujur daripada ternak masalah di dalam sel. (syam)