
NETSULSEL | Makassar, Sebanyak 20 ibu rumah tangga yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Kampung Weri dan Kampung Saharey antusias mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Pala di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini digagas oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 5 Kementerian Transmigrasi RI dari Universitas Hasanuddin untuk mendorong hilirisasi komoditas lokal, sehingga pala tidak lagi sekadar dijual sebagai bahan mentah melainkan diolah menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibimbing langsung oleh akademisi Unhas untuk memanfaatkan bagian daging dan kulit pala yang selama ini kerap terbuang menjadi produk premium. Daging pala dipraktikkan menjadi sirup, teh, dan manisan ber cita rasa khas. Sementara itu, bagian kulit dan bijinya diolah secara inovatif menjadi produk kecantikan dan perawatan tubuh bernilai jual tinggi seperti minyak aromaterapi, sabun, bath bomb, hingga parfum pala eksklusif.
Ketua TEP 5 Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey, Dr. Irma Andriani, menegaskan pentingnya keberlanjutan praktik agar para ibu mampu membentuk pola pikir wirausaha yang profesional dan berdaya saing. Senada dengan hal itu, narasumber kewirausahaan Dr. Syamsari Kitta menekankan bahwa inovasi pengolahan serta pengemasan yang modern menjadi kunci utama dalam merubah limbah pala menjadi komoditas pasar kelas atas yang dapat mendongkrak pendapatan keluarga.
Kehadiran dosen Kimia MIPA Unhas, Dr. Nur Umriani, memberikan pengalaman praktis bagi para ibu rumah tangga dalam memahami teknik formulasi dasar olahan pala secara higienis dan terukur. Pendampingan langsung ini dirancang untuk menumbuhkan kepercayaan diri para perempuan di kawasan transmigrasi dalam merintis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal yang mandiri dari rumah.
Dukungan penuh turut disampaikan oleh Pemerintah Distrik Fakfak Timur bersama aparat TNI-Polri dan pemerintah kampung setempat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kepala Distrik Fakfak Timur, Gani Samai, SE, berkomitmen untuk memberikan pendampingan lanjutan bagi para peserta, termasuk memfasilitasi legalitas usaha seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi PIRT, hingga sertifikat halal agar produk siap dipasarkan secara luas.
Ke depan, program pengembangan produk olahan pala ini akan disinergikan bersama Koperasi Merah Putih di Kampung Weri dan Saharey guna menguatkan rantai pasok dan akses pemasaran. Melalui pendampingan berkelanjutan yang mencakup peningkatan kapasitas produksi dan perbaikan kemasan, kolaborasi Unhas dan masyarakat Fakfak ini diharapkan dapat melahirkan sentra ekonomi kreatif baru berbasis komoditas unggulan daerah.
















