Dari Remaja Inspiratif hingga Lansia “S1”, Pemkot Makassar Perkuat Pembangunan Lintas Generasi di HUT ke-419

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tahun ini hadir dengan warna yang jauh lebih hangat dan menyentuh hati. Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) membuktikan bahwa pembangunan kota tidak hanya tentang infrastruktur fisik, melainkan tentang merawat jiwa dari hulu hingga hilir kehidupan.

NETSULSEL | Makassar, Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar tahun ini hadir dengan warna yang jauh lebih hangat dan menyentuh hati. Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) membuktikan bahwa pembangunan kota tidak hanya tentang infrastruktur fisik, melainkan tentang merawat jiwa dari hulu hingga hilir kehidupan.

​Melalui dua agenda utamanya Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) dan Wisuda Sekolah Lansia Pemkot Makassar merajut harmoni indah antara energi membara kaum muda dan kearifan para senior kita.

​Plt Asisten I Pemkot Makassar, Andi Irwan Bangsawan, menegaskan bahwa kedua program ini dirancang untuk memastikan tidak ada warga Kota Makassar yang tertinggal dalam proses pembangunan sumber daya manusia.

​1. Panggung Remaja: Membangun Generasi Berencana yang Tangguh dan Berprestasi
​Di ujung spektrum usia muda, akhir November 2026 mendatang akan menjadi saksi lahirnya para teladan bangsa melalui ajang Adujak GenRe (Ajang Kreativitas Generasi Berencana). Melibatkan remaja dari PIK-R dan Forum GenRe Makassar, kegiatan ini bukan sekadar pamer bakat, melainkan wadah strategis pembentukan karakter.

​Remaja Makassar diajak untuk berpikir matang tentang masa depan melalui pemahaman konsep keluarga berencana dan pola hidup sehat. Fokus utama dari kampanye ini adalah perlawanan terhadap TRIAD KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja):

​Mencegah pernikahan usia dini.

​Menghindari seks pranikah.

​Menjauhi penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA).

​”Ketika mereka terpilih menjadi Duta GenRe, ada tanggung jawab besar untuk menyosialisasikan dan mengedukasi teman sebaya agar menjadi generasi yang sehat, berkualitas, dan terencana sejak dini,” ujar Andi Irwan penuh optimisme.

​2. Kisah Inspiratif Wisuda 350 Lansia: Bukti Bahwa Belajar Tak Mengenal Usia
​Beralih ke kelompok usia senja, DPPKB Makassar menyiapkan momen paling membanggakan bagi sekitar 350 peserta Sekolah Lansia. Diwisudanya ratusan lansia ini mematahkan mitos bahwa usia tua adalah masa di mana seseorang harus berhenti berkarya.

​Sebelum mengenakan toga kelulusan, para peserta telah melalui perjalanan edukasi yang kaya makna selama 12 kali pertemuan. Mulai dari edukasi kesehatan fisik dan mental, pelatihan komunikasi, hingga rekreasi bersama untuk menjaga kebahagiaan jiwa.

​Dengan gurauan hangat, Andi Irwan menyebut kelulusan ini sebagai gelar “S1”, yang bukan berarti Strata Satu akademik, melainkan “Standar Satu” bagi lansia tangguh Makassar.

​Program yang kini telah menjangkau sekitar 780 peserta di 15 kecamatan ini memanfaatkan Balai Keluarga Berencana (KB) sebagai pusat interaksi sosial. Tujuannya jelas: memastikan para lansia tetap berdaya, aktif, dan dihargai di tengah keluarga maupun masyarakat.

​”Lansia harus tetap mendapatkan ruang. Jangan sampai ketika seseorang sudah lanjut usia, kemudian dianggap tidak perlu lagi dilibatkan. Usia lanjut bukan alasan untuk terpinggirkan,” tegas mantan Kadisnaker Kota Makassar tersebut.

​Makassar Sehat dan Mandiri dari Hati ke Hati
​Melalui sinergi apik antara semangat membara para remaja Duta GenRe dan kebijaksanaan para wisudawan lansia Sekolah Lansia, Pemkot Makassar sukses menghadirkan perayaan HUT ke-419 yang sarat makna. Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun peradaban kota yang inklusif, humanis, dan penuh cinta kasih antar-generasi. (ist)