Akal Cerdik Mahasiswi Malang, Kelabuhi Penjahat Kelamin Pakai Modus “Beli Kondom Dulu Mas!”

sketsa dengan imajinasi AI (hanya pemanis)

NETSULSEL | Malang, Niat hati ingin jadi “buaya darat” yang sukses memikat korban lewat TikTok, seorang mahasiswa asal Sumenep berinisial ARH (22) malah kena prank mematikan dari korbannya sendiri. Bukannya berhasil melancarkan aksi bejatnya, si pelaku justru terkecoh oleh taktik kelewat cerdas nan jenaka dari seorang mahasiswi.

​Kejadian berawal pada Selasa malam lalu,, ketika AR (18), mahasiswi asal Mojokerto, menyetujui ajakan ARH untuk sekadar “ngopi santai” setelah saling kenal sekitar 10 hari di TikTok. Namun, bukannya dibawa ke kafe estetik buat minum kopi, korban malah dijemput pakai mobil dan diseret ke sebuah kamar kos di kawasan Jalan Bendungan Sigura-gura, Malang.

​Di dalam kamar kos tersebut, niat busuk ARH makin menjadi-jadi. Meskipun AR sudah memohon-mohon ingin pulang karena ada jam kuliah pagi keesokan harinya, si pelaku tetap memaksakan kehendaknya. Mulut korban sempat dibungkam dan pintu dikunci dari dalam saat korban berusaha melarikan diri.

​Menyadari situasi makin genting dan tenaga tak seimbang, otak encer AR langsung bekerja cepat. Tanpa hilang akal, ia memutar otak dan melancarkan jurus tipu daya tingkat tinggi. Dengam nada meyakinkan, korban meminta pelaku untuk keluar membeli kondom terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh.

​Mendengar permintaan “bonus” tersebut, pertahanan otak ARH mendadak luluh. Tanpa rasa curiga, si pelaku langsung meluncur keluar kamar untuk berburu alat kontrasepsi di minimarket terdekat, tak lupa mengunci pintu dari luar agar korbannya tak kabur.

​Tentu saja itu cuma akal-akalan! Begitu roda motor pelaku menjauh, AR langsung bergerak cepat bagaikan agen rahasia. Ia mengecek ponselnya, membagikan titik lokasi (live location) via WhatsApp, dan meminta bantuan kepada tiga orang temannya.

​Tak butuh waktu lama, bala bantuan teman-temannya pun tiba di lokasi kejadian bersama petugas kepolisian dari layanan 110. Aksi prank beli kondom ini sukses besar membuat sang calon korban selamat tanpa kurang satu apa pun, sementara si pelaku dipastikan gigit jari saat kembali ke kosan.

​Kasus penjahat yang kena prank ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin. Laporan sudah diterima dan perkara ini ditangani intensif oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota.

​”Korban sudah menjalani pemeriksaan medis Visum et Repertum di RSSA Malang serta tes psikologi di RS Bhayangkara Surabaya. Saat ini proses hukum sudah masuk tahap penyidikan untuk mengumpulkan bukti dan melengkapi keterangan saksi ahli,” ujar Lukman.

​Atas perbuatan nekadnya yang berakhir konyol tersebut, pelaku kini terancam dijerat Pasal 6 huruf a Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Niat hati ingin gaya-gayaan di kosan, kini si pelaku malah harus bersiap bertamu ke sel tahanan.(qas)