NETSULSEL | MAKASSAR, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis prakiraan cuaca Sulawesi Selatan untuk Jumat, 09 Oktober 2026. Selain menghadapi potensi angin kencang dan lonjakan suhu udara yang menyengat, Kota Makassar dan sekitarnya kini juga dihadapkan pada ancaman penurunan kualitas udara yang tergolong kurang sehat akibat paparan partikel asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Prakiraan Kondisi Cuaca Harian
Pagi Hari: Didominasi kondisi cerah berawan di sebagian besar wilayah Sulsel.
Siang hingga Sore Hari: Kondisi cerah berawan masih mendominasi, namun terdapat potensi hujan ringan lokal di sebagian wilayah Luwu Timur, Sinjai, dan Toraja Utara.
Malam Hari: Secara umum berawan, dengan potensi hujan ringan terkonsentrasi di wilayah Luwu Timur.
Dini Hari: Diprediksi cerah berawan, dengan potensi hujan ringan berlanjut di sebagian Luwu Timur.
Parameter Cuaca:
Suhu Udara: 19 – 36 °C
Kelembapan Udara: 60 – 90 %
Arah & Kecepatan Angin: Barat Daya – Timur Laut / 11 – 32 km/jam
Peringatan Dini & Imbauan Dampak Cuaca Ekstrem
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap tiga ancaman kondisi cuaca dan lingkungan dalam beberapa hari ke depan:
Peringatan Udara Panas & Risiko Kesehatan: BMKG menetapkan status Siaga Udara Panas untuk wilayah Pinrang, Wajo, Sidrap, Soppeng, dan Gowa, serta status Waspada Udara Panas di Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, dan Takalar. Terik panas dengan suhu mencapai 36 °C berisiko memicu dehidrasi, heat stroke, dan kelelahan ekstrem. Masyarakat diimbau mencukupi konsumsi air putih, menghindari paparan matahari langsung pada siang hari, serta tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan yang dapat memicu kebakaran ekstrim.
Ancaman Angin Kencang: Potensi angin kencang hingga 32 km/jam terdeteksi di wilayah Kabupaten Gowa, Jeneponto, dan Takalar. Warga diminta mewaspadai bahaya pohon tumbang, baliho roboh, serta gangguan aktivitas pelayaran nelayan di pesisir.
Kualitas Udara Tidak Sehat Akibat Asap Karhutla: BMKG mencatat tingkat partikulat halus (PM_{2,5}) di kawasan Makassar dan Maros sempat melonjak masuk dalam kategori kurang sehat hingga tidak sehat. Penurunan kualitas udara ini dipicu oleh sebaran kabut asap karhutla dari Pulau Kalimantan yang terbawa embusan angin melintasi Selat Makassar, terutama pada kurun waktu malam, dini hari, hingga pagi menjelang siang. Masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita ISPA, disarankan untuk selalu menggunakan masker medis saat beraktivitas di luar ruangan. (qas)














